Selasa, 26 Juni 2012

MERBABU .DAN YOGYAKARTA DALAM VERSI KITA.......PART 1

Saat memutuskan untuk menulis cerita ekspedisi ke merbabu ini sebenarnya ada keengganan untuk memulainya........tidak ada yang salah semuanya sangat luar biasa cerita unik dan yang pasti gak akan habis kelucuannya jika di kupas satu persatu dan keren ,gak kalah kerennya dengan cerita ekspedisi ke lawu, merapi maupun ke penanggungan....banyak waktu luang yang ada saya hanya bisa membayangkan sambil senyum-senyum dan gak jarang harus ketawa-ketawa sendiri mengingat kembali semua perilaku dan tindakan koplak dan gak karu-karuan yang terjadi....
Jadi bingung untuk memberikan nama apa atas tulisan ini....

MERBABU SEJUTA CERITA,,,,,,
MERBABU SEJUTA KENANGAN........
MERBABU IM IN LOVE,,,,,,
LOVE IS MERBABU.....
PETUALANGAN MERBABU.... 
ADA APA DENGAN MERBABU.....
MENGEJAR MERBABU............
MERBABU SEBUAH KISAH KLASIK UNTUK MASA DEPAN............
GUYS.......MASALAH BUAT LOE,,,,,,,
LULUS TA NDUT,,,,,,,,
ADA GAK PERUBAHAN DALAM HIDUP LOE BUAT GUE......................
EMPAT BACKPAKERS KOPLAK........
LEMPUYANGAN TRUS OPO’O..............
DISITULAH LETAK KEBODOHANMU..............
AWAL PERTEMUAN DENGAN FERA AND THE GANK PARA GADIS LUMAJANG........................
KARENA MERBABU TERJADILAH KDRT ......
MASALAH DENGAN MY DAD......
BOHONGI IBUKU DEMI MERBABU....
JOKJAKARTA TEBAK LAGU.....
PARA GEMBEL MALIOBORO...............
THE NEXT INDONESIA IDOL MILIKNYA JOKJAKARTA...... 
AS* KIRIK........JANC*K AS* RAIMU................. 
SOK TAU.................
ATAU KENANGAN KITA BERSAMA PETUALANGAN KITA.................













bingung........sudah pasti,banyak opsi yang akhirnya membuat saya galau dengan identitas cerita. tapi tidak masalah,semua yang saya utarakan diatas adalah bagian dari pengalaman indah ini yang takkan tergantikan............ 
air mata pertama..... 
Setelah melewati pergolakan dan perdebatan batin yang luar biasa menguras emosi dan amarah yang berakibat pada terjadinya aksi adu argumentasi antara pikiran, hati dan perasaan saya, akhirnya dengan sangat bijaksana dan sebagai pemilik SAH raga ini saya mengambil keputusan yang sangat kruisial dalam menentukaan judul cerita ini.......
ehm,,ehm..ehm......eng,..ing...eng...disertai pelepasan merpati dan pemotongan pita..........................  
MERBABU .DAN YOGYAKARTA DALAM VERSI KITA..... 
Yah......inilah cerita saya selanjutnya......perlahan namun pasti akan menjadi sebuah rangkaian menarik dan konyol untuk di cekidot... Dalam sebuah alur cerita novel,sinetron, film atau apapun itu, step pertama yang dilakukan adalah pengenalan tokoh, berlanjut ke awal cerita, konflik dan prahara yang terjadi, dan endingnya adalah penyelesaian.....terserah,,,,yang happy ending atau yang sad ending(nulis sambil noleh ke Rudy Sudjarwo) 
Untuk pengenalan tokoh, saya rasa tidak perlu berpanjang lebar untuk menjelaskan tentang saya,Aris Daeng W,dan Fery Puji Nova..karena di cerita-cerita saya sebelumnya tentang lawu dan penanggungan....mereka dan saya adalah tokoh utamanya(sebentar saya cek ulang) 
Jadi pengenalan tokoh kali ini saya akan memfokuskan kepada saudara Bashor Fiction Monger dan saudara Saefudin Ki Yo Udin dua personil baru yang akan bergabung dalam trio kami (rival beratnya trio macan he he he)..... 
Sebenarnya beliau-beliau(yang bentuknya seperti ular disebut belut-belut) ini tidak asing lagi dalam perjalanan blog saya, kang saefudin ki yo udin sudah pernah saya singgung sebelumnya dicerita tentang merapi sedangkan bashor fiction monger (sampai sekarang saya masih penasaran dengan nama aslimu guys) adalah tokoh penting pencetus istilah salam juanda,...dalam cerita saya tentang penanggungan..asal muasal salam juanda dan salam jatim expo.... 
Oke.......selesai pengenalan tokoh........tarik.................. 
Gunung merbabu adalah target rencana kami selanjutnya...gunung yang termasuk dalam komunitas lima gunung (KLM)lain diantaranya adalah Merapi,Sumbing,Sandong dan Menoreh ini memiliki dua puncak dengan ukuran yang berbeda, lebih pendek dikenal dengan puncak sarip 3119 mdpl dan yang satunya yang lebih tinggi dikenal dengan puncak kenteng songo 3142 mdpl (belakangan baru saya tahu bahwa ternyata merbabu memiliki dua puncak dengan ketinggian yang berbeda)....
Untuk rencana kali ini kami pastikan untuk terealisasi, karena sebelumnya rencana untuk bernostalgila lagi mengenang cerita kami bertiga,saya aris,dan fery di penanggungan harus gugur di tengah jalan,masalah yang bersumber dari saya karena berbenturan dengan urusan lain yang juga tidak kalah penting......Aris Daeng W dan Fery Puji Nova..untuk kesekian kalinya saya minta maap....maapin yo.....
26 mei adalah jadwal keberangkatan kami. sehari sebelumnya fery sudah tiba di surabaya dia memutuskan sehari lebih cepat biar bisa liburan di surabaya dan karena tidak ada lagi yang bisa dia lakukan di malang selain nganggur dan menghabiskan waktu dengan hayalan tingkat dewa...ha hah hah.. H-1 sebelum hari keberangkatan kami berkumpul di rumah aris lokasi yang strategis dan tepat untuk melakukan prepare terakhir semua kebutuhan yang diperlukan saat ekspedisi nanti…..
setelah menyaksikan babak awal pertandingan persahabatan internazionale inter milan versus tim indonesia. saya dan fery menghabiskan jedah waktu yang ada untuk ngobrol di beranda depan rumah aris. dari ajang ngobrol santai inilah saya mendapatkan kepastian bahwa teman aris, sang juanda si bashor maksudnya, juga akan ikutan. kabar yang sudah sempat saya dengar sebelumnya..
baiklah kalo begitu,artinya perjalanan kali ini akan menjadikan sebuah Pengalaman yang bombastis,fantastis,spektakuler,dasyat,faktual,berimbang,terpercaya.muktahir. teraktual dan luar biasa.(mas tukul dan mbak marcela trimakasih untuk kata-kata inspirasinya)
karena yang berangkat bukan orang-orang biasa tapi orang-orang luar biasa,apalagi bertambahnya seorang tokoh pencetus sebuah istilah yang fenomenal.salam juanda…..dalam bayangan saya waktu itu adalah kita akan berusaha memecahkan rekor berlomba untuk membuktikan siapa yang mendapatkan poin tertinggi untuk misu-misu terbanyak….lolongan asu kirik akan sering-sering mengudara. Bengo-bengoan jancok raimu. Jancok cangkemmu..asu kund,,,,.adalah santapan segar yang akan menemani kami...dan saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan aksi balas dendam…...
saat pertama kali bertemu dengan bashor di juanda, kami tepatnya saya dan fery di beri sambutan dengan cangkemnya yang penuh dengan jancoktanpa kami bisa membalasnya.
sekarang keadaannya sudah berbeda, di juanda si bashor mungkin hebat bangga menunjukkan kelihaiannya untuk bermisu-misu ria. Tapi nanti, di alam bebas sana,tidak ada yang hebat, Kita semua sama. Jadi kalau dia minta kita beri.dia jual kita beli..dia pisui, kita pisui balik.asal ingat satu hal gak usah ngajak-ngajak komet. he he he. 
Kalo Dia ngomong jancok.kita balas cucok..karena pada intinya tidak ada perbedaan yang berarti antara jancok dan cucok. Sama-sama cok,di akhir kata. Bedanya jancok dengan kepalan tangan sedangkan cucok dengan melambai.....yuk mari...lanjuuuttt.. 
perhatian:setiap kalimat dalam bahasa jawa,,tidak akan saya terjemahkan kedalam bahasa Indonesia yang baik dan benar…disamping tidak lazim untuk di perbincangkan…terlihat sangat kasar dan tidak ada nilai edukasinya sama sekali,,jadi jika ada yang mengerti maksudnya maka silahkan mengartikan sendiri sedangkan yang tidak mengerti,,,, anggap saja itu sebuah kalimat kiasan yang mengharu biru,,,menyayat kalbu resah gelisah,,galau dan ,terserahlah……
 15 menit berlalu...yang sedang di bahas tiba..setelah memarkirkan sepeda motornya di pekarangan rumah aris dengan gagahnya dia melangkah menghampiri kami bertiga.dan saya bisa memprediksi kalimat apa yang di ucapkan bashor pertama kali.... 
Hitung mundur... Tiga.......dua........satu....... 
Eh jancok rokokku keri cok.. Tepat sekali tidak meleset...aris dan fery yang sudah menunggu moment itu,,langsung tanpa permisi pecah dalam ngakak……aris masih sesekali ngobrol dengan bashor,,tapi berbeda terbalik dengan saudara fery….dia hanya bisa berusaha mengumpulkan tenaga dan tertawa sekuat-kuatnya…saya yang selalu menjaga perasaan orang lain bergolak dengan perasaan saya sendiri untuk tidak tergoda dengan ngakaknya mereka….saya hanya bisa senyum-senyum sambil berharap si bashor lengah dan saya bisa menumpahkan isi dalam perut saya…dan ternyata tuhan menjawab doa saya,,,bashor berbalik badan menuju ke warung depan dan 
bwakakakakakaakakakakkaakkk….jancoookkkkkk…..asu…..saya langsung berhamburan ketawa sampai gak karu-karuan…..guling-guling dilantai…nyungsep disamping tembok terasnya aris,,jungkir-balik..tumpah-tindih sampai berujung ke air mata kebahagiaan yang tertumpah…aris dan ferypun tidak kalah ancurnya dengan peristiwa parah yang baru saja terjadi….semuanya dimulai dengan kebiasaan keren si bashor…… 
Dua jam lebih setelah rapat paripurna ini diselenggarakan…persiapan segala keperluan yang akan dibawa sudah matang dirancang termasuk kebutuhan logisticnya….untuk rencana rute pendakian setelah melakukan konfirmasi dengan kang udin di magelang via esemes akhirnya jalur terbaik adalah tetap melalui wekas. arah selatan dari gunung merbabu tepatnya sebuah daerah diwilayah magelang….setelah merampungkan persiapan malam ini,,saatnya bergegas pulang..beristirahat….
menyiapkan kondisi fisik dan formula-formula serta amunisi baru untuk menjegal si bashor di merbabu nanti…….. 

Jumat malam 26 mei 2012 Kediaman aris. 
Jam menunjukkan 8 malam lebih,karena aris sedang kedatangan tamu jadi masalah pembelian logistik.akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya saya dan rekan fery. 
On the way on the mall(istilah saya) Tidak butuh lama untuk membeli perlengkapan logistik.berbekal secarik kertas daftar belanjaan. Kita tinggal zig-zag..gowez.tikung kiri,cikar kanan.kami mendapatkan segala kebutuhan...minus beras, telur+ gula. Yuk capcus pulang. 
Balik ke rumah aris sudah sekitar jam 9 malam.si bashor ternyata belum tampak batang cangkemnya.dia telat, padahal sesuai jadwal kurang sejam lagi kita sudah harus berangkat,,,,.jika dia datang nanti sebaiknya harus diajarkan bagaimana berurusan dengan arek-arek metal...dan biar itu menjadi urusan bung aris sebagai rekan sejawatnya karena salah satu syarat arek metal adalah gak muntah gak metal. Peace guyz. 
Jam sepuluh lebih packing-packing dan persiapan terakhir kelar. Si bashor juga sudah bergabung, Setelah pamitan dengan keluarga aris  Saatnya kita berangkat. 
Ayo cok ndang budal...cangkem e tok sing akeh. Ha ha ha. 
Bungurasih..... 
hampir tengah malam tetap saja seperti biasa selalu ramai…dan kami kembali lagi disini,memulai semuanya dari terminal ini ,entah mengapa jika menginjakkan kaki disini dengan berat dan besarnya carrier semuanya terasa berbeda, ada yang lain, perasaan semangat yang luar biasa, keinginan dan hasrat akan cerita-cerita yang tercipta dari pengalaman ini adalah gambaran betapa besar passion para pecinta alam. dari wajah-wajah penumpang yang terlihat kelelahan dan ngantuk menghiasi pemandangan kami disini diseputaran ruangan tunggu....tampak beberapa dari mereka menoleh ke arah kami ada yang dengan mimik biasa saja,ada yang tersenyum penuh arti,dan tidak jarang ada yang melihat kami dengan tatapan mencurigakan.
kita sih biasa aja,selain udah sering berhadapan dengan khalayak ramai.. Sebagai para idola muda yang sangat di gilai oleh abege labil yang galau hampir gila.untuk mengatasi para fans skala kecil seperti ini kita cukup sedikit berjoged kucek jemur,kucek jemur ala boyband Dan tetap bergaya cool, maka alhasil mereka akan klepek-klepek gak karu-karuan. Bener gak guys.eh salah bener gak shor,tanya aja sama si bashor,dia paling pakar soal gituan. hahahahahaaaaaa....

Akhir-akhir ini jika berhubungan dengan perjalanan jauh.apapun itu jenis alat transportasinya.saya selalu bermasalah dengan mabuk perjalanan..kondisi yang baru mulai saya rasakan 3 bulan terakhir saat perjalanan ke merapi.entah karena semangat yang luar biasa namun tidak diimbangi dengan kondisi tubuh yang kurang fit atau salah satu syndrom yang mulai berakar dalam tubuh saya. Entahlah.
tapi belajar dari pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakan itu,akhirnya membawa saya kepada beberapa ritual yang  
absolutely you must to do that...^_^ ^_^ 
Pertama.berdoa dulu sebelum berangkat. 
Kedua jangan lupa makan 
Ketiga obat anti mabuk perjalanan adalah barang wajib untuk dibawa...bukan dibawa saja tapi di minum...
2 tablet sekali minum siap action (mengutip katanya mbak KD) 
Keempat.meminimalisir segala tindakan dan omongan yang tidak perlu selama diatas bis. 
Kelima berbaik hati dan murah senyumlah kepada pak sopir dan pak kondektur.dan yang terpenting dengan tetangga disebelah kursimu..biar ntar kalo loe muntah.gak bakal di caci maki,disumpah serapah dan dilempar keluar dari dalam bis dengan tidak sopan. 
Keenam.tidur……. 

   Sabtu Setengah enam pagi terminal bis giwangan yogya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih enam jam .akhirnya sampai juga kami disini di terminal kesayangan masyarakat yogya. GIWANGAN.
lebih tepatnya,bukan di terminal,tapi di perempatan jalan berseberangan dengan arah pintu gerbang terminal. Padahal Setelah kita habiskan malam bersama dengan si sopir dan si kenek merasakan suka duka terombang ambing dan dipermainkan oleh kerasnya jalanan yang dilindas ban bus ,ternyata nasib kami berujung dipinggir jalan.
mereka mencampakkan kami di sana...dipinggir jalan itu….
dalam hubungannya dengan hukum perikatan istilahnya kewajiban kami sebagai penumpang sudah kami tunaikan.. Disaat kami menuntut hak kami, malah ketidakpuasan yang diterima..secara perdata bisa saja di adukan sebagai tindakan wanprestasi karena tidak tunainya memenuhi prestasi....(ada nilai edukasinya kan? ^_^. Tapi ya sudahlah tidak usah diperpanjang,saya dan mungkin teman-teman yang lain menyadari bahwa sesama pria.kita memiliki sifat dasar yang sama yaitu EGOIS. Dan itu tidak dapat di elakkan lagi. Bahkan sifat egois bukan hanya milik manusia semata. Tapi kendaran sejenis sepeda motor berkarakter pria pun.memiliki sifat yang sama egois. Mau liat buktinya..silahkan perhatikan dengan seksama gambar di bawah ini.

Setelah berkejar-kejaran dengan lampu merah dan ramainya kendaran kota akhirnya kami menginjakkan kaki juga di pusat terminal giwangan.deretan warung makan yang berjejer disertai gaya marketing penjualnya yang agresif adalah kesan awal kami disini..sedikit risih tapi mau tidak mau kami harus sarapan.dan dari sebuah warung sederhana terletak sedikit di pojokkan adalah pilihan kami. dan mau tidak mau lagi kami harus makan walau menurut bondan winarno kurang manyuz. Tapi apa boleh buat karena sudah dipesan dan harus dibayar...jadi hajar saja. 
Setelah sarapan sudah hampir jam 7 pagi kami memutuskan untuk beristirahat lebih lama disini,karena sesuai rencana kami akan bertemu dengan kang hendrik dan teman-temannya yang sedang on the way kesini(coba tanyakan ke aris,masih ingat gak dia dengan arti on the way) Dan mereka akan ikut bersama-sama dalam ekspedisi kali ini.. 
sambil menunggu dari pada gak ada kerja dan akhirnya mati gaya.yuk cerita-cerita yuk. Bashor yang merupakan seorang inisiator unggul paham benar dengan kondisi ini..cerita-cerita yang dia ungkapkan perlahan namun pasti,tanpa di sadari mengungkapkan karakter dan sifat aslinya.saya,aris dan fery hanya menimpali sambil senyum-senyum. Dan ceritapun bergulir sampai ke komet.
komet disini adalah nama orang..saya tidak tahu tulisan yang benar seperti apa tapi secara verbal kurang lebih seperti itu. Komet ini anak kampungnya bashor.memiliki ciri fisik tinggi besar dan kekar(saya langsung ngebayangin agung hercules) Dari cerita si bashor katanya dia bukan preman kampung,tapi dari catatan peristiwa yang penuh tindakan anarkis.saya rasa dia cukup disegani di kalangan para pendekar dunia perpremanan. Aris sedikit banyak tahu tentang si komet.jadi dia nyambung kalo di ajak ngobrol. biarpun saya dan fery tidak mengenal komet secara personal,tetapi kami cukup tertegun dengan riwayat hidup si komet.dikalangan anak-anak kampung,siapa sih yang gak kenal dengan si komet.orang yang gak perlu berpikir dua kali untuk keplaki orang lain. cepat marah kalo dibuat marah dan cepat tersinggung kalo berlebihan disinggung bahkan dari ceritanya bashor juga dia gak segan-segan untuk berantem dengan sodara sendiri, pernah kejadian berantem sama kakaknya yang seorang angkatan disiang bolong hanya karena ditegur yang menurut si komet gak enak didengar..adu jotos kedua kakak beradik gak bisa di elakkan.dan gak ada yang berusaha melerainya waktu itu. bukannya apa-apa tapi berani berhubungan dengan komet artinya berani berhubungan dengan maut. Dari pertarungan bersaudara diatas tadi,akhirnya si komet berhasil mengantarkan kakaknya pulang dalam kondisi berderai airmata....( loe bayangin aja gimana bentuknya seorang angkatan pulang rumah dalam keadaan nangis-nangis abis ditabok...) 
Beda si kakak beda pula dengan si adik.dikalangan umum dan mungkin kakaknya.komet adalah harimau yang siap menerjang siapa saja.Tapi tidak dengan perlakuan terhadap adiknya.didepan adiknya, komet adalah tipe kakak yang idola, pengayom,pelindung.penyayang,selalu ada buat adiknya. the most favorite brotherlah... Saya tidak tahu mengapa terjadi kontras perilaku yang signifikan kayak gitu.kadang baik tapi kadang pula jahat..dan itulah manusia.bentuk kepribadian yang semua orang sudah pada tahu dan yang pasti memilikinya Karena baik dan buruk adalah gambaran normal sifat manusia yang sebenarnya. mereka selalu berdampingan,mereka selalu beriringan.seperti ying dan yang, hidup adalah keseimbangan.. dua karakter berbeda yang sulit untuk dipisahkan,hitam dan putih kehidupan adalah bukti bahwa gak ada manusia di dunia ini yang jahat selamanya jahat dan baik selamanya baik gak ada yang salah dengan itu,karena manusia punya hati punya perasaan..loe hidup di dunia ini gak selamanya loe di support,didukung,dihargai,disayang,dicintai,diutamakan dan dielu-elukan. kadang loe juga diperlakukan gak adil. yang ujung-ujungnya pasti loe ngerasain sakit,gak dianggap,disepelekan, disia-siakan dan gak pernah mau dimengerti.disitulah sisi negatif yang loe sadar atau gak sadar bekerja... 
Sama juga dengan si komet..ada alasan kenapa dia memiliki sifat bertolak belakang saat menghadapi kakaknya dan adiknya.saya yakin bashor dan aris tidak tahu akan itu,apalagi saya.tapi menurut saya  ada kekurangan dari sifat kakaknya yang gak bisa di terima oleh si komet dan ada sisi kepolosan adiknya yang membuat komet berubah menjadi sosok yang lemah lembut dan penyayang.karena komet juga manusia,punya hati dan punya rasa...(bener gak bang candil) 
Setengah jam lebih waktu istirahat membahas tentang si komet yang fenomenal itu.kang hendrik yang sejak tadi ditunggu belum muncul- muncul. Akhirnya atas kesepakatan bersama,kami berangkat duluan. Kota tujuan berikutnya adalah magelang..., CONTINUE.....................

Selasa, 01 Mei 2012

Gerakan 30s/PKI

Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usahapercobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. Latar belakang PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkokdan Uni Soviet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesiayang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem"Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut"Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-perg erakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai memberikan 100.000 pucuk senjata chung. Penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan hasutan dariPKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem"Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut"Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan nasionalis dalam menekan pergerakan-perg erakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. Angkatan kelima Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan 100.000 pucuk senjata jenis chung, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri RRC, mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurig ai antara militer dan PKI. Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha memprovokasi bentrokan-bentr okan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimp in PKI juga menginfiltrasi polisi dan tentara denga slogan "kepentingan bersama" polisi dan"rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggotaPKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat"massa tentara" subyek karya-karya mereka. Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Bentrokan-bentr okan besar terjadi antaramereka dan polisi dan para pemilik tanah. Bentrokan-bentr okan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwapetani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia, di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikan nya kepada rakyat. Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-peru sahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab, Menpangad, dan lain-lain). Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat". Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis". Rezim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM. Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persi apan untuk pembentukan rezim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa"NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan"angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk mengecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara. Isu sakitnya Bung Karno Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karnomeninggal dunia. Namun menurut Subandrio, Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja, jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut. Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengajadihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat. Isu masalah tanah dan bagi hasil Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. Panitia Agrariayang menghasilkan UUPA terdiri dari wakilpemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Walaupun undang-undangny a sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA, melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya . Keributan antara PKI dan Islam (tidak hanya NU, tapi juga dengan Persis dan Muhammadiyah) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan di propinsi-propin si lain juga terjadi hal demikian, PKI di beberapa tempat bahkansudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut). Faktor Malaysia Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini[1]. Konfrontasi Indonesia-Malay sia merupakan salah satupenyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI, menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober), dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat. “ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. ” Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[2] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia. Perintah Soekarno kepada Angkatan Daratuntuk meng"ganyang Malaysia" ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Di satu pihak LetjenAhmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangandengan skala tersebut, sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A.H. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia. Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris,dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. Tak heran, Brigadir Jenderal Suparjo, komandan pasukan di Kalimantan Barat, mengeluh, konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang[3]. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia, padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya. Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya, Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Soekarno, seperti yang ditulis di otobiografinya, mengakui bahwaia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dan tidak ada yangdapat dilakukan untuk mengubah keinginannya meng"ganyang Malaysia". “ Soekarno adalah seorang individualis. Manusia jang tjongkak dengan suara-batin yang menjala-njala, manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain. Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. Dia tidak mungkin menjadi boneka. ” Di pihak PKI, mereka menjadi pendukung terbesar gerakan "ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris, antek nekolim. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri, jadi motif PKIuntuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis. Pada saat PKI memperoleh angin segar, justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk; mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman, ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia, khususnya dengan adanya poros Jakarta-Beijing -Moskow-Pyongya ng-Phnom Penh. Soekarno juga mengetahui hal ini, namun ia memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung, karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965). Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu "giliran PKI akan tiba. "Soekarno berkata, "Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Itu terserah kamu. ... Untukku, Malaysia itu musuh nomor satu. Suatu saat saya akan membereskan PKI, tetapi tidak sekarang."[2] Dari pihak Angkatan Darat, perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketikabanyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia, berperang hanya dengan setengah hati, dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini. Faktor Amerika Serikat Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu)kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. Politisi Amerika pada bulan-bulan yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malay sia ini. Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar, hal ini dapat dilihat daritelegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober, agen CIA menyatakan ketidakpercayaa n kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat menguntungkan mereka, dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI. Pandangan lain, terutama dari kalangan korban dari insiden ini, menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik. Faktor ekonomi Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan"ganyang Malaysia" yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia. Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi, rakyatkelaparan dan terpaksa harus antri beras,minyak, gula, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Beberapa faktoryang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasutio n untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. Sebagai akibat dari inflasi tersebut,banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang, umbi-umbian, gaplek, serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya; pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka. Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut, yang berakibat adanya backlash terhadapPKI dan pembantaian orang-orang yang dituduh anggota PKI di Jawa Tengah, JawaTimur, Bali serta tempat-tempat lainnya. Peristiwa Pada 1 Oktober 1965 dini hari, enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yangdisalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut. Isu Dewan Jenderal Pada saat-saat yang genting sekitar bulanSeptember 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Daratyang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkanny a. Menanggapi isu ini, Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. Namun yang tidak diduga-duga,dalam operasi penangkapan jenderal-jender al tersebut, terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani, Panjaitan, dan Harjono. GBU Isu Dokumen Gilchrist Dokumen Gilchrist yang diambil dari namaduta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. Dokumen ini, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia, menyebutkan adanya "Teman Tentara Lokal Kita" yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikandaftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk "ditindaklanjut i". Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber, salah satunya seperti yang ditulis John Hughes, wartawan The Nation yang menulis buku "Indonesian Upheaval", yang dijadikan basis skenario film "The Year of Living Dangerously", ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita. Isu Keterlibatan Soeharto Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/ peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan, berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat. Meski demikian, Suharto merupakan pihakyang paling diuntungkan dari peristiwa ini. Banyak penelitian ilmiah yang sudah dipublikasikan di jurnal internasional mengungkap keterlibatan Suharto dan CIA. Beberapa diantaranya adalah karya Benedict R.O'G. Anderson and Ruth T. McVey (Cornell University), Ralph McGehee (The Indonesian Massacres and the CIA), Government Printing Office of the US (Department of State, INR/IL Historical Files, Indonesia, 1963-1965. Secret; Priority; Roger Channel; Special Handling), John Roosa (Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto's Coup d'État in Indonesia), Prof. Dr. W.F. Wertheim (Serpihan Sejarah Th65 yang Terlupakan). Korban Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah: • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/ Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi) • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/ Panglima AD bidang Administrasi) • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/ Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan) • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/ Panglima AD bidang Intelijen) • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/ Panglima AD bidang Logistik) • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/ Oditur Jenderal Angkatan Darat) Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban: • Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena) • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta) • Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta) Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober. Pasca kejadian Pasca pembunuhan beberapa perwira TNI AD, PKI mampu menguasai dua sarana komunikasi vital, yaitu studio RRI di Jalan Merdeka Barat dan Kantor Telekomunikasi yang terletak di Jalan Merdeka Selatan. Melalui RRI, PKI menyiarkan pengumuman tentang Gerakan 30 September yang ditujukan kepada para perwira tinggi anggota “Dewan Jenderal” yang akan mengadakan kudeta terhadap pemerintah. Diumumkan pula terbentuknya “Dewan Revolusi” yang diketuai oleh Letkol Untung Sutopo. Di Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta, PKI melakukan pembunuhan terhadap Kolonel Katamso (Komandan Korem 072/ Yogyakarta) dan Letnan Kolonel Sugiyono (Kepala Staf Korem 072/ Yogyakarta). Mereka diculik PKI pada sore hari 1 Oktober 1965. Kedua perwira ini dibunuh karena secara tegas menolak berhubungan dengan Dewan Revolusi. Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dansekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan"persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-orga nisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune". Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimp in Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik...Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan...Imb auan ini akan dimengerti secara mendalam." Pada tanggal 16 Oktober 1965, Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/ Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]: “ Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto, sekarang Angkatan Daratpimpinannya saya berikan kepadamu, buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia, Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi, yang sama sekali berdiri di atas Trisakti, yang sama sekali berdiri di atas Nasakom, yang sama sekali berdiridi atas prinsip Berdikari, yang sama sekaliberdiri atas prinsip Manipol-USDEK. Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesia. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia, maka dia harus dijunjung tinggi, dijalankan, dipupuk oleh semua kita. Oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian Negara. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini, kita semuanya, maka barulah revousi kita bisajaya. Soeharto, sebagai panglima Angkatan Darat, dan sebagai Menteri dalam kabinetku, saya perintahkan engkau, kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau! ” Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia.Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perw akilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusi oner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tanga n di dalam urusan dalam negeri Indonesia." Penangkapan dan pembantaian Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pemb unuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. Namun diduga setidak-tidakny a satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu. Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelomp ok pemuda dari organisasi-orga nisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pemb unuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat". Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satujuta anggota-anggota dan pendukung-pendu kung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah "Time" memberitakan: "Pembunuhan-pem bunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di SumatraUtara, di mana udara yang lembap membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius." Di pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966.Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pemb unuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerang ka rumah mereka yang sudah hangus. Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pembu ruan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadi an kontra-revolusi oner ini dipecat. Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-ekseku si masih dilakukan sampai sekarang, termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu. Supersemar Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langka h yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967. Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto . Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto. [sunting] Pertemuan Jenewa, Swiss Menyusul peralihan tampuk kekuasaan ketangan Suharto, diselenggarakan pertemuan antara para ekonom orde baru dengan para CEO korporasi multinasional di Swiss, pada bulan Nopember 1967. Korporasi multinasional diantaranya diwakili perusahaan-peru sahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, ICI, Leman Brothers, Asian Development Bank, dan Chase Manhattan. Tim Ekonomi Indonesia menawarkan: tenaga buruh yang banyak dan murah, cadangan dan sumber daya alam yang melimpah, dan pasar yang besar. Hal ini didokumentasika n oleh Jhon Pilger dalam film The New Rulers of World (tersedia di situs video google) yang menggambarkan bagaimana kekayaan alam Indonesia dibagi-bagi bagaikan rampasan perang oleh perusahaan asing pasca jatuhnya Soekarno. Freeport mendapat emas di Papua Barat, Caltex mendapatkan ladang minyak di Riau, Mobil Oil mendapatkan ladang gas di Natuna, perusahaan lain mendapat hutan tropis. Kebijakan ekonomi pro liberal sejak saat itu diterapkan. Peringatan Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuahfilm mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan. Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhanterhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, dan Putmainah. Referensi : • (Inggris) Easter, David, '"Keep the Indonesian pot boiling": Western intervention in Indonesia, October 1965-March 1966', Cold War History, Volume 5, Number 1, February 2005. 1. ^ Artikel Kompas bertajuk "Sukarno, Malaysia, dan PKI" tanggal Sabtu, 29 September 2007 2. ^ a b Soekarno, PKI & Malaysia di DetikForum 3. ^ (JAC Mackie, 1971, hal 214) 4. ^ Alex Dinuth "Dokumen Terpilih Sekitar G30S/PKI" Intermasa, Jakarta 1997 ISBN 979-8960-34-3 5. ^ Setiyono, Budi; "REVOLUSI BELUM SELESAI: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965"; Nawaksara, Jakarta; 2003 Sumber: Wikipedia Indonesia

Biografi ir soekarno




Ir. Soekarno adalah sosok orang terpenting dalam sepanjang catatan sejarah memerdekaan bangsa indonesia dari penjajahan Belanda. Beliau adalah proklamator kemerdekaan indonesia bersama Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Ir. Soekarno juga merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945-1966. Beliaudilahirkan di Surabaya pada tanggal 6 Juni1910 dan pada usianya yang ke 69, sosok penggali pancasila ini meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta pada tanggal21 Juni 1970. Semasa hidupnya, Presiden Soekarno banyak mendapatkan penghargaan, antara lain penghargaan dari 26 Universita (luar negeri dan dalam negeri) dan meskipun beliau sudah meninggal dunia, Presiden Ir. Soekarno, juga tetap mendapat penghargaan sebagai bintang kelas satu oleh Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki. Dibawah ini merupakan sejarah kehidupan Presiden Soekarno Lengkap dari masa kecil dan masa remaja, kiprah politik Presiden Soekarno hingga wafatnya Ir, Soekarno dan lain-lain. 1. NAMA KECIL IR. SOEKARNO Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Kusno Sosrodihardjo oleh orangtuanya.Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama “Karna” menjadi “Karno” karena dalam bahasa Jawa huruf “a” berubah menjadi “o” sedangkan awalan “su” memiliki arti “baik”. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno. Asal Usul Nama Achmed Soekarno Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, “Siapa nama kecil Soekarno?” karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama Achmed di depan nama Soekarno. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia bahasa Ceko, bahasa Wales, bahasa Denmark, bahasa Jerman, dan bahasa Spanyol. Sukarno menyebutkan bahwa nama Achmed di dapatnya ketika menunaikan ibadah haji. Dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Sukarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab. 

KEHIDUPAN IR. SOEKARNO 

Masa Kecil dan Remaja Soekarno Soekarno dilahirkan dengan seorang ayahyang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam. Mereka telah memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. 






Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut. 
Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja.Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS. di Surabaya, Jawa Timur. Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian “Oetoesan Hindia” yang dipimpin oleh Tjokroaminoto. 


Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Di sana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij. Keluarga Soekarno 3. KIPRAH POLITIK SOEKARNO Masa Pergerakan Nasional Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942. 



Masa Penjajahan Jepang Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk “mengamankan” keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer. Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-orga nisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meskiada pula yang melakukan gerakan bawahtanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya. Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri. Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok. 


Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri. Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha. Masa Perang Revolusi Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiridari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945,



Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darahperistiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap. Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby. Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesiadari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya. Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/ single executive). 



Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensi il/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis. Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda. Masa Kemerdekaan Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RIJawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya. Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai “kabinet seumur jagung” membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai “penyakit kepartaian”. Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.

 Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat “bom waktu” yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang mengubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia. Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC). Kejatuhan Situasi politik Indonesia menjadi tidak menentu setelah enam jenderal dibunuh dalam peristiwa yang dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September atau G30Spada 1965. Pelaku sesungguhnya dari peristiwa tersebut masih merupakan kontroversi walaupun PKI dituduh terlibat di dalamnya. Kemudian massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) danKAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.[10] Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme). Sikap Soekarno yang menolak membuabarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret yang ditandatangani oleh Soekarno. Isi dari surat tersebut merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden. Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. Kemudian MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No. IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No. XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat menjadi presiden apabila presiden berhalangan. Soekarno kemudian membawakan pidato pertanggungjawa ban mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S pada Sidang Umum ke-IV MPRS. Pidato tersebut berjudul “Nawaksara” dan dibacakan pada 22 Juni 1966. MPRS kemudian meminta Soekarno untuk melengkapi pidato tersebut. Pidato “Pelengkap Nawaskara” pun disampaikan oleh Soekarno pada 10 Januari 1967 namun kemudian ditolak oleh MPRS pada 16 Februari tahun yang sama. Hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka. Dengan ditandatanganin ya surat tersebut maka Soeharto de facto menjadi kepala pemerintahan Indonesia. Setelah melakukan Sidang Istimewa makaMPRS pun mencabut kekuasaan Presiden Soekarno, mencabut gelar Pemimpin Besar Revolusi dan mengangkat Soeharto sebagai Presiden RI hingga diselenggarakan pemilihan umum berikutnya. SOEKARNO SAKIT HINGGA MENINGGAL Kesehatan Soekarno sudah mulai menurun sejak bulan Agustus 1965. Sebelumnya, ia telah dinyatakan mengidap gangguan ginjal dan pernah menjalani perawatan di Wina, Austria tahun 1961 dan 1964. Prof. Dr. K. Fellingerdari Fakultas Kedokteran Universitas Winamenyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat tetapi ia menolaknya dan lebih memilih pengobatan tradisional. Ia masih bertahan selama 5 tahun sebelum akhirnya meninggal pada hari Minggu, 21 Juni 1970 di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta dengan status sebagai tahanan politik. Jenazah Soekarno pun dipindahkan dari RSPAD ke Wisma Yasso yang dimiliki oleh Ratna Sari Dewi. Sebelum dinyatakan wafat, pemeriksaan rutin terhadap Soekarno sempat dilakukan oleh Dokter Mahar Mardjono yang merupakan anggota tim dokter kepresidenan. Tidak lama kemudian dikeluarkanlah komunike medis yang ditandatangani oleh Ketua Prof. Dr. Mahar Mardjono beserta Wakil Ketua Mayor Jenderal Dr. (TNI AD) Rubiono Kertopati. Komunike medis tersebut menyatakan halsebagai berikut: 1. Pada hari Sabtu tanggal 20 Juni 1970 jam 20.30 keadaan kesehatan Ir. Soekarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur-angsu r menurun. 2. Tanggal 21 Juni 1970 jam 03.50 pagi, Ir.Soekarno dalam keadaan tidak sadar dan kemudian pada jam 07.00 Ir. Soekarno meninggal dunia. 3. Tim dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Ir. Soekarno hingga saat meninggalnya. Walaupun Soekarno pernah meminta agar dirinya dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, namun pemerintah memilih Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai tempat pemakaman Soekarno. Hal tersebut ditetapkan lewat Keppres RI No. 44 tahun 1970.


 Jenazah Soekarno dibawa ke Blitar sehari setelah kematiannya dan dimakamkan keesokan harinya bersebelahan dengan makam ibunya. Upacara pemakaman Soekarno dipimpin oleh Panglima ABRI Jenderal M. Panggabean sebagai inspektur upacara. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
PENINGGALAN PRESIDEN SOEKARNO Dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran Soekarno pada 6 Juni 2001, maka Kantor Filateli Jakarta menerbitkan perangko “100 Tahun Bung Karno”. Perangko yang diterbitkan merupakan empat buah perangko berlatarbelakang bendera Merah Putih serta menampilkan gambar diri Soekarno dari muda hingga ketika menjadi Presiden Republik Indonesia. Perangko pertama memiliki nilai nominal Rp500 dan menampilkan potret Soekarno pada saat sekolah menengah. Yang kedua bernilai Rp800 dan gambar Soekarno ketika masih di perguruan tinggi tahun 1920an terpampang di atasnya. Sementara itu, perangko yang ketiga memiliki nominal Rp. 900 serta menunjukkan foto Soekarno saat proklamasi kemerdekaan RI. Perangko yang terakhir memiliki gambar Soekarno ketika menjadi Presiden dan bernominal Rp. 1

Selasa, 24 April 2012

Barcelonaku sayang...Barcelonaku malang....

Kegagalan adalah sebuah hal yang wajar,dalam  perjalanan hidup.apapun bentuknya,setiap manusia di muka bumi ini pernah merasakan kegagalan.... Tapi hal ini akan lain ceritanya..
jika terjadi pada hal-hal yang sejak awal telah terlihat kesuksesannya..
dengan tekad,harapan dan peluang akan berhasil,namun pada detik-detik terakhir harus di patahkan oleh sang kegagalan...
kemudian datang si malaikat disamping kanan dan membisikkan kata-kata penyembuhan...'kamu yang sabar ya,kamu harus tegar,,masih ada kesempatan di waktu lainnya,yang penting tetap semangat...lalu datang si iblis dengan bangganya teriak disisi kirimu..woy..what you waiting for???masa kayak gini hasilnya? memalukan...dasar gak punya nyali..ayo cari tau, siapa aktor utama kegagalan ini,,temukan dia,marah-marah,,mencak-mencak,,misu-misu,maki-maki,,tampar,keplaki,tabokin orangnya,sampai dia sadar dan berlutut dikakimu sambil meminta maaf dan pengampunan...dan kamu puas telah membayar kekecawaanmu...
Begitulah perasaan yang saya rasakan semalam saat menyaksikan semi final leg kedua liga champion antara barcelona kontra chelsea...setelah kalah dari chelsea di leg pertama dengan agregat 1-0..paling tidak ada motivasi lebih untuk balas dendam pada leg kedua,apalagi main di kandang sendiri camp nou..
begitu harapan saya dan pasti seluruh pendukung el barca di muka bumi ini,.. 
Seperti biasa,sejak peluit babak pertama berbunyi,barcelona mulai mendominasi pertandingan,dengan gaya tiki takanya mampu membuat chelsea tidak berkutit..gempuran-gempuran barcelona,..membuat chelsea tak ada kesempatan untuk menyerang balik,bahkan dengan grafik ball posessions,barcelona mengungguli chelsea 75% berbanding 25%..
dan asa itu muncul saat gol perdana ditorehkan oleh sergio busquets pada menit ke 35..motivasi semakin membara.harapan saya akan tim kesayangan ini memuncak..apalagi ditambahnya gol kedua oleh andres iniesta dan di usirnya,kapten chelsea jhon terry,karena perlakuan tidak terpujinya pada alexis sanchez...memperkuat keyakinan saya bahwa el barca akan berhasil menaklukan chelsea dengan permainan bolanya yang cantik.dengan skill mereka yang luar biasa,akan tercipta hujan gol di babak kedua nanti.babak pertama berakhir dengan skor 2-1.. Gol pertama chelsea disumbangkan oleh ramires di akhir pertandingan..
Memasuki babak kedua,semangat dan ambisi saya,mungkin setara dengan para punggawa barcelona.saya pun cukup atraktif saat menyaksikan moment-moment yang menegangkan,guling dan bantal,serta kasur saya menjadi obyek utama kebrutalan saya malam ini..lempar kesana lempar kesini.tendangan pisang.tendangan pepaya,tendangan pacul.membuang bantal,dan bergerak menjatuhkan badan menangkapnya,berusaha meniru gaya victor valdes,sesekali menyundul bola layaknya puyol..melayangkan protes kearah tivi saat terjadi ketidak adilan..dengan ekspresi penuh kekesalan..membuat saya luar biasa tampil gemilang malam ini..
Hal yang sama juga terjadi di camp nou..semakin menggila menghajar chelsea,semakin ketat pula chelsea membangun tembok pertahanan...
5 pilar yang dipasang didepan gawang,sangat disiplin menjaga pergerakan el-barca,setiap peluang yang tercipta harus berakhir dengan sia-sia,bahkan sebuah kesempatan emas penalti yang di eksekusi leonel messi dengan kaki kirinya,hanya bisa menyentuh mistar gawang..terhitung 2 kali,tendangannya berhasil digagalkan oleh si tiang gawang...(sepertinya dia harus memiliki penjelasan yang tepat,tentang kekeliruan kidalnya yang fonemenal itu,pada komunitas left hand termasuk saya).. Menit,menit yang berganti,berlalu tanpa gol,kedudukan masih sama 2-1..dengan agregat 1-1...artinya adalah,jika ingin menang barcelona,harus bisa menambah,paling tidak satu gol,.tapi jika kedudukkanya tidak berubah,maka chelsea yang berhak menapaki laga final...apalagi jika seandainya chelsea yang berhasil menambahkan gol???saya tidak sanggup menjelaskannya....
Pertandingan memasuki menit-menit kruisial...bola hanya berkutak di diwilayah chelsea.terlihat betapa mendominasinya el barca.setengah lapangan saja yang digunakan..setengahnya sebagai pelengkap..dan tempat leyeh-leyehnya victor valdes... 
Didier drogba sang penentu kemenangan di leg pertama di tarik keluar, fernando torres masuk menggantikan...perkiraan saya,.secara skill mungkin tak jauh beda antara drogba dan torres,apalagi sama-sama,menempati posisi striker..tapi secara pengalaman dan kontribusi dalam memberikan assist,drogba masih satu level diatas torres... Oke,paling tidak chelsea mulai tampak frustasi.Memasuki menit ke 90.barcelona tak ada indikasi menambah gol,karena asyik bermain bola,dan .mengepung pemain chelsea..lupa akan pertahanan belakang..petaka itu datang,,.sebuah aksi solo fernando torres,dengan sukses berhasil mengoyak gawang viktor valdes....
camp nou bergemuruh dengan suara pendukung chelsea..,sorak gembira pemainnya tak terelakkan lagi..mereka pantas merayakannya.punggawa-punggawa barcelona hanya bisa diam dan menunduk...tampak wajah penyesalan yang tersirat jelas....pep guardiola terlihat tegar di pinggir lapangan...serangan balik yang cepat,serangan balik yang tak terduga.dan serangan balik yang salah di antisipasi.... Para culés mati suri.tak ada suara..marah,kecewa,menyesal,putus asa,bercampur aduk jadi satu..termasuk saya...harapan itu sia-sia..mimpi itu telah pergi,..kegagalan telah merenggutnya...
kengototan selama 90 menit hanya berakhir seperti ini. sesaat saya tidak bisa menerima kenyataan pahit ini,bagaimana saya bisa menjelaskan,, kepada mereka,tentang betapa kalian begitu luar biasa dan membanggakan...mau di taruh dimana muka dan harga diri saya,saat harus beradu argumentasi tentang kehebatan kalian?
Apalagi setiap koment di jejaring sosial,dan sms yang masuk seolah-olah.meratapi kesombongan saya??? Walaupun gelar liga champion tak dapat di pertahankan dan liga spanyol,hanyalah menunggu keajaiban.. dan untuk kedua kalinya secara berturut-turut harus takluk di kandang sendiri..
Tapi ya sudahlah,mau bagaimana lagi,kenyataanya sudah begini.apapun yang terjadi takkan mengubah apapun,tapi apapun yang terjadi takkan mengubah,kecintaanku pada kalian..kalian masih tetap tim yang terbaik bagiku... Banyak orang yang pernah jatuh dalam kegagalan... Tapi sedikit yang mampu bangkit lagi...
yuk...mari kita bergabung dengan mereka yang sedikit itu.....
viva azulgrana.............