Sabtu, 14 Juli 2012

MERBABU .DAN YOGYAKARTA DALAM VERSI KITA.....PART 4.

Kembali setapak menurun kami jajal..kali ini rutenya terlihat lebih terjal,,,
karena belum memahami rute ini maka untuk kesekian kalinya kang udin memimpin didepan..
dan kami yang lain mengeekorinya…


Sepanjang mata memandang hamparan rumput luas menghijau,,,memberikan perasaan sejuk ditengah terik matahari yang memanas….sabana yang seakan tak pernah habis ini berhasil menjadi obyek utama kami,,,rasa kagum akan hasil karya sang pencipta..semakin menyadari kami bahwa,,,semua yang djadikan oleh sang pencipta selalu sempurna,,baik adanya dan tidak ada yang cacat..tergantung dari kita bagaimana menyadari dan bersyukur atas karunia yang telah dititipkan,,termasuk yang satu ini…
padang sabana ini adalah sebagian kecil dari ciptaan sang mahakuasa yang dihadiahi ke kita……semua terasa indah,,terasa lebih spesial,,rasa kagum ini menjadi dua kali lipat lebih besar,,karena keelokkan alam ini kita temukan disini….ditanah air tercinta kita INDONESIA…
di negeri yang sudah memberikan tumpangan untuk lahir,,bertumbuh,,berkembang dan mengerti akan arti hidup….tidak perlu  harus bersusah payah mencari keindahan lain di negeri orang,,kalo semuanya sudah tersedia disini….
jadi keingat penggalan lagunya God bless rumah kita…
Hanya bilik bambu tempat tinggal kita Tanpa hiasan, tanpa lukisan 
Beratap jerami, beralaskan tanah Namun semua ini punya kita 
Memang semua ini punya kita, sendiri 
Hanya alang - alang pagar rumah kita Tanya agamir, tanpa melati 
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman 
Namun semua itu milik kita Memang semua itu milik kita,…sendiri 
Haruskah kita beranjak ke kota 
Yang penuh dengan tanya Lebih baik disini, 
rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah yang kuasa 
Semuanya ada disini Rumah kita………………………


Huuuuuffftttt…………..indonesia emang gak ada duanya…indonesia emang super duper keren….indonesia selalu dihati gue……
indonesia gak ada matinya….
banyak hal yang bisa gue nikmatin disini.
disini aja gue bisa liatin orang masih bisa tersenyum saat marah….
masih bisa becanda saat dalam suasana lagi serius ….
hanya di indonesia aja..loe bisa langsung cepat akrab sama orang laen,,walau baru pertama kali bertemu….semua disekitar kita adalah anugerah…banyak hal yang bisa kita syukuri,,asalkan kita mau “membuka mata”…… 
gue indonesia banget…. I love indonesia……….. 
Langkah-langkah kaki perlahan namun pasti semakin menjauh dari puncak merbabu….semua diam menata langkahnya…. menyusuri setapak yang tak berujung.. Keindahan ini berhasil membungkam mulut kami.setiap kata yang terucap hanya pujian akan alam semesta ini... Kang udin tetap memimpin didepan,saya bashor dan fery bergantian menyusulnya. Aris yang tak pernah bosan memanjakan SLR nya.selalu tertinggal jauh dibelakang... 
Detik ke menit…...menit ke jam…...akhirnya kami tiba di pos peristirahatan. Tidak ada bangunan…..tidak ada gubuk….. dan tidak ada lesehan hasil karya manusia….semua serba alami. Tanah lapang luas menghijau.beberapa pohon tumbuh di sekitarnya...hanya sebuah plat dengan ukuran tidak begitu besar terpasang diantara pepohonan itu. Bekas api unggun dan sisa bakar-bakar adalah pemandangan lain disekitar pos peristirahatan. Tampak jelas bahwa.banyak pendaki lain yang menghabiskan waktu dan memutuskan untuk rehat disini. Sebenarnya untuk ngecamp dan beristirahat,banyak destinasi pilihan yang bisa di pakai. Karena area dan kondisi jalur selo ini menyuguhkan tempat-tempat keren yang gak kalah bagusnya dengan lokasi di pos perijinan saja..
tapi saya rasa itu pilihan yang cukup bijaksana..artinya dengan mendirikan tenda disekitar pos.otomatis kita menggunakan sarana yang ada ditempat yang semestinya. Sudah gitu berhubung manusia adalah makluk yang tidak sempurna tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa.kadang khilaf membuang sampah di sembarang tempat.pada akhirnya keindahan yang sempurna ini harus dicacati dengan ulah sebagian orang,yang tidak perduli dengan efek yang ditimbulkan..dan sudah banyak bukti yang kami temukan disepanjang jalan...


Keluar dari area pos peristirahatan,kami dihadapkan dengan setapak menurun lainnya.kali ini lebih rimbun.hamparan rumput sudah berganti dengan rimbunan pohon-pohon beraneka ragam,yang sedang beranjak dewasa.kalo istilah gaulnya.lagi puber-pubernya ni pohon.^_^ Mungkin lupa rutenya.karena sudah lama gak pernah lewati jalur ini. Atau mungkin ada alasan lain.kang udin sempat bingung dengan arah jalannya..disebuah setapak yang bercabang dia berhenti...cukup lama...... 
Kang kayaknya arah yang benar itu lewat jalur kanan? Tanya saya sama kang udin. 
Iyo benar.... Dia menjawab pelan.tapi tetap terus melangkah kedepan.kejalur lain yang nampak seperti jurang yang gak terlihat jelas bawahnya.. 
Sebenarnya saya pengen mengikuti arah kang udin,,tapi saya kalah lincah, kang udin melesat begitu cepat menghilang ditengah-tengah pepohonan... tidak ingin mengambil resiko,,setelah kedatangan fery aris dan bashor,,kami memutuskan untuk mengikuti jalur kanan yang terlihat lebih mudah.. 
Kang udin mana??? Tanya aris 
Gak tau..tadi orangnya lewat jurang yang di belakang…trus gak keliatan.. jawab saya sekenanya… lah trus gimana????kalo seandainya terjadi apa-apa,,gimana cariinnya? Emang gak ngomong opo-opo tah kang udinnya… 
Gak… Jawab saya dengan ditengah kebingungan… 
Kang…..kang udin….kang udin………….weeeeeehyoooooooooooo………. 
Kang udin where are you…………… 
Ditengah rasa gelisah,,kami tetap melangkah mengikuti jalur yang ada… Akhirnya yang bersangkutan nyaut juga di teriakkan yang kesekian kalinya….kadang suaranya terdengar dekat..tapi kadang-terdengar cukup jauh.. 
Kang sampean ndek endi …?? 
Enteni sek kang???/ Saya coba memohon….(kayak sinetron ya) 
Yo..meluk jalan iku ae…dia ngejawab tapi gak berhenti… 
Saya tetap ajak ngobrol,,meski harus pake teriak….menjaga agar komunikasi jangan sampe putus.. kami berempat,,semakin mempercepat langkah..berharap untuk segera menyusul kang udin.. semakin dipercepat.. ko,,gak keliatan batang hidungnya,,kita seperti berbicara dengan manusia di dua dunia yang berbeda.. rasanya sama saja,,kang udin seperti memahami pergerakkan kami,makanya dia pun menambah speed langkahnya… 
diujung dari jalur menurun yang rimbun akan pepohonan ini akhirnya kami melihatnya..kang udin dengan cariier dan baju kaos lengan panjangnya,,terlihat jauh dibawah sana…
saya baru sadar bahwa,,radius jarak antara kami dan dia sejak tadi begitu renggang,,bahkan saat saya bengak-bengok gak jelas ngobrol pake teriak dengan dia tadi harus membutuhkan energi yang banyak,,makanya sekarang saya merasa sedikit kecapekan…..
baiklah kalo begitu kaka,,,,,anda sudah berhasil mengerjai kami…anda pikir anda saja yang bisa mengibuli kami..kami lebih kejam dari ibu tiri kaka…liat saja pembalasan kami.....bener gak guys…. 
Karena gak mau lagi kehilangan kang udin Si bashor bergegas lebih dahulu mengejarnya..kami bertiga sedikit ,memperlambat langkah menyusuri setapak yang kembali memanjakkan kami dengan pemandangan sabana yang gak usah saya jelaskan lagi seberapa kerennya… Meskipun mereka tampak jauh ,tapi tetap saja dapat di pantau,,sesaat mereka berhenti sejenak menunggu kami,,tapi saat kami merapat,,mereka berangkat lagi..tidak masalah,,ini yang namanya disiplin dalam melangkah…

Hampir tiga jam perjalanan..sudah  pukul setengah lima sore lumayan sore ..disebuah tanah lapang yang dkelilingi kumpulan ilalang liar yang bertiup pelan dihembus angin sore,,kami memutuskan untuk rehat sejenak… Wajah-wajah kecapekan,,tampak jelas dari raut muka kami….gak ada omong-omongan….sesekali bersuara hanya untuk hal-hal yang seperlunya saja… Terasa begitu menyatu dan dekat dengan alam…semilir angin yang bertiup membelai rimbunan ilalang..menimbulkan harmonisasi alam,,dari suara rumput yang bergoyang…..
T.O.P… BANGET………. 
Sudah cukup leyeh-leyehnya..kita harus bergegas,,kang udin sudah meninggalkan kami berempat..dan sekarang udah dimana keberadaan nya...bashor yang tadi menempel ketat dengan kang udin ternyata sama saja..dia tidak bisa mengimbangi kang udin....ujung-ujungnya dia kembali bergabung dengan kami bertiga.. Dari kejauhan...sekelompok pendaki,, sedang beristirahat dipelataran yang lainnya...dan disisi sampingnya sudah pasti yang itu kang udin..duduk sendirian gak ada temannya..kasian banget,,terasa kayak anak hilang...pendaki yang lain sedang asikk..ngobrol dan becanda satu sama lain,,tapi kang udin hanya bisa duduk diam dan mati gaya..sesaat berasa bersalah sama kang udin.. 
Udah dari tadi ta kang 
Yo lumayan..... Nang endi ae ko suwi?? 
Iku sek leyeh-leyeh nang dukur,,leren di sek.... Kami beralasan.... 
Ya udah gimana....udah jam lima.....berangkat sekarang ta??? 
Emang masih lama ya kang??? 
Ya lumayan,,, kurang lebih dua jam lagi?? 
Berarti kita sampe di pos perijinan malam dong??? Kemungkinan besar iya....... 
Ya udah deh ditarik lagi mang.................

Saya langsung mengikuti kang udin,,baru tiga menit melangkah,,,dari belakang..fery bengak-bengok.........
kenapa guys??? 
Sandal gue putus guys........petaka buat fery.....sandal eiger kesayangannya harus gugur ditengah jalan....sandal kesayangan yang selalu setia menemaninya dalam suka dan duka berpetualang..mendaki gunung lewati lembah..harus menyerah ditangan merbabu..terlihat jelas terpancar kesedihan dan kecemasan dari raut wajahnya..... 
Eiger gue....oh my god eiger gue......
kenapa loe harus tinggalin gue disaat seperti ini...
disaat gue lagi butuh loe banget,,loe pergi begitu aja...
loe pergi dengan cara yang gak asik ger.....
loe gak setia kawan ger.....arrrgggghhhhhh........... 
Kami yang lain hanya bisa menatap kosong tanpa ekspresi kearah fery yang lagi sendu.... 
Di dunia ini gak ada yang abadi guys,,percaya itu...semahal dan sekuat apapun ..once open the time its never everlasting.....aseekk......dia pasti rusak,,dia pasti hancur,,dia pasti pergi..jadi udahlah guys..rela’in aja..loe harusnya bersyukur dia udah nemani loe selama ini....dan kalo seandainya dia tinggalin loe dengan cara kek gini,,mungkin ini udah kehendak yang mahakuasa,,,dan loe harus trima itu....loe yang sabar ya..kita-kita yakin ko loe pasti kuat hadapin ini semua... Dan Itu ada swallownya si aris..pake yang itu aja.sesekali turun derajat,,gapapa kan....?? Mendingan swallow,,dari pada loe nyeker...selesai kaki loe........ Fery yang keliatan gak rela banget,,dengan terpaksa harus menggunakan swallow....
dan kembali kami menyusuri setapak....sekarang didepan kami sudah tak ada lagi padang ilalang..semuanya sudah berganti total.kami memasuki hutan rimbun yang ditumbuhi pepohonan yang cukup lebat,,.meskipun hari semakin sore menjelang magrib,,tapi langkah kami harus disesuaikan dengan si fery,,kasian dia,,kadang harus terpeleset,,jatuh kedalam lubang setapak..bangun lagi dan jatuh lagi...kepergian eigernya memang menimbulkan efek yang buruk buat fery.... Karena faktor alam yang ditutupi oleh lebatnya pepohonan,,sore itu meskipun masih jam setengah enam,,tapi sudah mulai gelap...terpaksa kami harus menggunakan senter atau bahasa kerennya sentolop.... 
Sebentar lagi kita akan memasuki perkampungan warga jadi alon-alon wae... saran kang udin....
tapi justru mendengar penjelasan tadi,,kami semakin mempercepat langkah,,,, setapak-setapak kecil dan bermodalkan senter kami melibasnya tanpa ampun....tidak ada lagi suara..semua konsentrasi menata langkahnya...disore yang semakin gelap itu.... setengah jam berlalu..kami dihadapkan dengan jurang......... oke kalo gitu saya dan aris yang menjadi kloter terakhir...sesaat berdiri di ujungnya..istirahat sejenak,,mengatur napas dan menyaksikan perjuangan ferry,bashor dan kang udin menaklukan jurang itu.... wes siap joe???? Ini saatnya buat loe dan gue beraksi.. Sebagai tokoh utama,,Loe didepan dan gue di belakang Gue memback up loe..... 
Sebenarnya gue cuman beralasan saja,,biar kalo dia jatuh gue bisa ketawain dan kalo gue jatuh gak ada yang tau....simpel kan??? 
 Dan aris menjajalnya..perlahan namun pasti dengan hati-hati,,kami merangkak turun,,,, Aneh kalo liat cara jalan seperti ini,,arek-arek metal ko,,penakutan kayak gini,,,, Untung malam. gak keliatan apa-apa,gimana kalo masih terang tadi,,,pasti lucu banget liatin gaya kita semua... 
saya hanya bisa merhatiin si aris,,kadang dia terperosok,,karena salah pijakan,,bokongnya menghantam kerasnya tanah berpasir dan berbatu,,gak kebayang betapa sakitnya itu..dia cuman bisa teriakin aduhhhh....trus bangkit eksis lagi merangkak lagi.... 
sama juga dengan saya,,tapi karena gak ada yang liatin,,jadi saya tetap stay cool.... 
akhirnya melewati perjuangan yang berat,,sampai juga dibawah... semua aman.......... 
kang udin bagaimana..............siaaaappp............. wokeeeeeeyyyy... 
fery apa kabarnya.................. find.................. mantaaappppp..... 
saudara bashor pie kabare....................uapik guys,,............., oyiiiiikkkk..... 
bro aris masih sanggup bergoyang.. ........tenang aja cong...... bagus.......


Ayo dihajar lagi..... 
Kami berlima kembali menapaki setapak yang lebat dengan rumput...dikiri dan kanan jalan,,berdiri dengan kokohnya pohon-pohon alam,,yang entah sudah mencapai berapa tahun usianya...lumayan cukup membuat bulu kuduk merinding...semua tetap dalam diam..berkosentrasi dengan jalannya,ditemani nyala senter masing-masing....dikegelapan malam itu yang terlihat hanyalah pancaran sinar dari arah senter yang berhamburan kesegala arah..... Hampir setengah jam perjalanan,,,dari kejauhan mulai tampak cahaya-cahaya lampu dari rumah warga,,sayup-sayup suara orang melafalkan ayat suci alquran...dari pengeras suara masjid kampung mulai terdengar.... Eh itu....ada tanda-tanda kehidupan......itu pemukiman warga.... 
Entar lagi kita udah nyampe...kita akan berjumpa dengan manusia-manusia lain... Kita akan menemukan kehidupan kita yang sesungguhnya.... Tanpa di komando..semua semakin mempercepat langkah.... 
Rasa capek dan letih,berganti dengan sisa –sisa semangat yang masih menggebuh...meskipun saya dan aris tertinggal di belakang tapi kita berdua masih sempat becanda dan lucu-lucuan gak jelas...naluri jayus kita muncul lagi..... 
Eh joe,,,awakmu cium bau harum bunga gak????? Tanya aris ke saya.... 
gak....Emang kecium ta joe??? Sebelum sempat di jawab dia langsung lari..... 
saya yang kaget,,akhirnya berhamburan ikut lari,,sambil teriak-teriak ngawuran... 
setelah ditanya kenapa???kita diam aja.. 
Kini setapak yang dilalui telah berganti dengan jalan desa yang lebih besar dan semakin besar...semua lampu dari perumahan warga yang terlihat kecil tadi mulai tampak jelas sekarang.....mendekati bangunan pertama dari jalan besar ini,kami bertemu dengan beberapa pendaki lain yang sedang istirahat disini..ditemani api unggun mereka menghabiskan waktu ngobrol dan becanda penuh keakraban.. 
Monggo mas e,,mbak e... 
Oh gak mampir dulu ya..ayo gabung dulu disini.... sapa mereka dengan keramahan.... 
Oh gak usah mas,,makasih,,kita langsung lanjut aja ke pos perijinannya... Jawab kami dengan sopan.. Mari mas yo kita duluan.....

Melewati jalan aspal desa dikiri dan kanan jalan sudah dipenuhi dengan perumahan warga...hampir sampe di pos perijinan,,kami sempat bingung,,,ada dua rumah yang didepannya terdapat plat bertuliskan pos perijinan..yang satu tepat disamping kiri kami,,dan yang satunya disebelah kanan sedikit kebawah.. Mengikuti kang udin, kami memutuskan untuk mampir ke pos perijinan yang lebih dekat.... Setelah kami menyapa,dari dalam keluar seorang ibu-ibu dengan kisaran usia belum terlalu tua,,menyabut kami dengan senyum ramahnya...
kami dipersilahkan masuk....
tidak jauh beda dengan pos perijinan pada umumnya..diruangan utama,sudah pasti terlihat lebih lapang..disisi kanan lesehan panjang tempat beristirahatnya para pendaki dan disebelah kiri area untuk parkir sepeda...beberapa sepeda motor sedang nongkrong manis disitu... 
Semua carieer kami geletakkan disembarang tempat..seolah sedang memikul beban yang berat kami menghempaskan tubuh sekenannya... Kembali ibu–ibu yang tadi samperin kami,,masih dengan senyum ramahnya,,menawarkan makan malam.. 
apa aja bu,,,yang penting gak nasi galau lagi,,, 
sambil menunggu makanan yang masih disiapkan si ibu.. rombongan pendaki lain yang sempat kami bertegur sapa diatas tadi datang... 
eh ketemuan lagi..mari-mari mas e mbak e... kenalan...kita duduk ngobrol bareng..... 
ditengah dinginnya malam dalam sebuah kelompok pos perijinan kita terbenam dalam suasana penuh keakraban sesama pecinta alam.... 
si bashor yang sudah kembali menemukan jati dirinya,,selalu tampil didepan..dia berhasil memanaskan suasana yang dingin dengan spontanitasnya yang keren itu,,si bashor emang selalu penuh inisiatif...udah pasti ngakak saat melihat dia mulai bertingkah dan bersuara ujung-ujungnya adalah jancok iki arek iki..
ha hah hah ha 
 hampir setengah jam bersama kami akhirnya mereka pamit pulang... kembali ke yogya.. 
oke hati-hati ya mas e mbak e..senang bertemu dengan kalian semua... kapan-kapan kalo ada waktu kita ngetrack bareng... dengan lambaian tangan dan nyanyian rayuan pulau kelapa kami melepaskan kepergian mereka...... yuk dada yuk bye bye...... titi dj ya guys......................... 
 akhirnya yang ditunggu muncul juga,,si ibu muncul dengan 5 piring nasi putih,,oseng-oseng tahu tempe..setermos teh hangat...dan kopi juga ada..bahkan kalo nasinya kurang,, masih bisa nambah..... tanpa membuang waktu lagi,,berlima kami menghajarnya tanpa ampun,,karena saking kangennya dengan nasi sungguhan,saya sampe nambah dua kali,,gapapalah kalo ntar totalan mburinya gue harus bayar lebih,,gak masalah....... 
makan udah,,,,,bersihin badan udah,,,,,trus mau ngapain lagi sekarang... tidur?????/jam berapa sekarang????baru jam delapan malam???? Masih sore,,ngapain tidur sekarang????banci aja pulang pagi..masa kita kalah dari banci.... Puter otak...cari akal... Ayo kita nongkrong didepan rumah..

Saya dan aris memutuskan untuk melewati malam,dengan menikmati suasana desa ini..ditengah dinginnya malam semua terasa sepi.......sunyi......gak ada keramaian....bahkan sangat jarang bertemu dengan warga sekitar, dimalam yang masih menunjukkan jam delapan..... 
Dimana orang-orangnya ya...ko sepi banget.....??? 
Ya beginilah ciri khasnya desa,,jam segini semuanya udah pada masuk ke rumah,,.... 
Jawab aris .... 
Ko beda jauh ya sama di kota..jam segini...orang-orang masih sibuk dengan urusannya masing-masing...bahkan beberapa baru aja mau bepergian...jalan raya pasti lagi macet gak karu-karuan... 
Itulah perbedaan kota dan di desa..disana kita masih bergelut dengan capek dan stress,,tapi disini orang-orangnya,,udah pada siap untuk melepaskan hari dengan isitirahat......... 
Huuuuffftttttt....dua jenis kehidupan yang berbeda...... 
  Iya jo,,bener banget,,, jawab saya............... 
bahkan untuk warung kopi yang biasanya jadi tempat favorit buat nokrongpun gak ada......
gak keliatan pemuda-pemudinya wara-wiri.... Disurabaya kita pasti temukan warung kopi dimanapun tempatnya.... Disini ada warung kopi,,entar lima atau sepuluh meter kedepan pasti ada warung kopi yang lain,, udah pasti ramai dan penuh dengan pengunjungnya yang gak kenal usia....yang lain pada santai di warung kopi,,yang lainnya sibuk dengan sepeda motornya.... Ciri khas kota banget tuh.... 
Kita yang sudah terbiasa hidup ditengah keramaian..sangat merindukan suasana sepi dan tenang seperti ini...semua orang yang ada di kota,, pasti sangat merindukan dan iri dengan moment-moment yang saya dan aris rasakan saat ini.... 
 Meskipun cuaca semakin dingin kami masih tetap bertahan disini,,ditemani sebatang rokok..dan segelas kopi hangat...kami berdua duduk dan sesaat terdiam tanpa suara... Hamparan rumah penduduk yang dihiasi sorot lampunya..hamparan langit luas dipenuhi ribuan bintang dan cahaya bulan...membuat semuanya terasa lain... Masing-masing sibuk dengan pikirannya...masing-masing sibuk dengan tatapan matanya...
tapi satu hal yang kami inginkan Berharap agar kedamaian ini jangan cepat pergi...jangan cepat berlalu........ Setengah jam berlalu,,kang udin datang samperin kami...rencananya dia pengen tutup pintu dan langsung tidur,,tapi ngeliat saya dan aris belum ada,,akhirnya dicariin...... 


Eh lapo ndek kene iki??gak keademan ta???
Kami hanya melempar senyum ke dia tanpa bersuara.. Ujung-ujungnya kang udin ikutan nimbrung dan ngobrol bareng...
banyak hal yang kita ceritakan malam itu,..mulai dari sejarah gunung-gunung di jawa tengah,,,,pengalaman dan perjalanan hidup sampai berakhir pada kasus dan kisah yang sedang terjadi di negara tercinta kita indonesia... 
Tanpa terasa malam semakin larut persediaan kopi,,dan rokok sudah kelar,, dingin yang semakin menggila akhirnya kami memutuskan,, cukup sampai disini bincang-bincang kita malam ini...saatnya masuk kedalam dan tidur..... 
Melepaskan semua capek dan letihnya perjuangan yang kita rasakan seharian..... 
Disini.. disebuah perkampungan yang asing buat kita....jauh dari rumah.....jauh dari orang-orang yang kita sayangi dan segala hal yang melekat dengan kita setiap hari.. 
Goodnite everyone...goodnite guys.....see u tommorow................. Indonesia kita tidur................... 
  to be continue............

Senin, 09 Juli 2012

MERBABU .DAN YOGYAKARTA DALAM VERSI KITA.....part 3

Berlima kami menata langkah.menjejaki tanjakan-tanjakan awal. Sebagai orang yang mengerti medan.kang udin bertindak sebagai front man.disusul.saya,fery bashor dan aris.malam semakin larut.dinginpun perlahan mulai terasa menyengat sum-sum tubuh..saya tidak dapat menggambarkan suasana pendakian malam itu.karena semuanya gelap gulita dan tertutup rimbunnya pepohonan alam.yang saya tahu adalah jalan awal yang cukup lebar,berganti dengan setapak kecil yang dilintasi pipa berdiameter sekitar 5 inci,yang dialiri air.yang terdengar jelas,aliran air yang mengalir..dan inilah bunyi lain yang menemani dan sangat dekat dengan pendengaran kami.sepanjang jalan dimalam pendakian itu..
Bila memutuskan untuk ngetrack pada malam hari,artinya bukan kondisi fisik saja yang harus di jaga dan mendapat perhatian ekstra. Tapi keamanaan,kewaspadaan dan kehati-hatian juga harus lebih ditingkatkan lagi.apalagi di gunung yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya..dan saran saya.sebaiknya,ajak guide atau teman,atau siapalah yang mengerti medan…. 
Contohnya seperti kami,,,berkat kang udin,,banyak kemudahan yang kita peroleh,,dari jalur alternatif yang lebih gampang untuk dilalui,,pengetahuan tentang keadaan alam gunung merbabu,,,dan yang pasti karena kang udin kenal dan cukup akrab dengan keluarga di pos perijinan,,akhirnya berimbas pada kami yang mendapatkan jamuan tea hangat manis free tanpa bayar…manyus…… 
Semakin jauh dari pemukiman,,rute Semakin mendaki keatas,, semakin berat,,cuaca dingin yang menyerang tubuh memaksa untuk pandai-pandai mengatur napas..banyak pendaki lain yang sempat kami temui dalam perjalanan,,ada yang sudah duluan didepan kami,dan ada pula yang menyusul dari belakang,,bukan hanya pendaki cowok saja,,tapi lumayan banyak pendaki ceweknya,,saya sempat bingung dengan kehadiran orang-orang ini,,,setau saya,waktu pendakian tadi….sepertinya sepi..cuman kami berlima,,tapi sekarang sudah belasan orang bahkan puluhan….entah lewat mana jalur yang mereka tempuh….gapapalah,,semakin banyak orang,, semakin ramai,,biar suasana dingin yang mencekam ini tidak berjalan dengan mengerikan… Menurut kang udin(lagi-lagi kang udin menjadi sumber terpercaya)…ada dua tempat yang menjadi area tepat dan pilihan para pendaki untuk ngecamp,,pertama di pos dua,,karena ada sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk masak,dan mencukupi kebutuhan air minum,,yang kedua adalah di pos tiga,,disana memang gak ada sumber air,,tapi paling tidak, karena letaknya sudah diatas ketinggian rata-rata.... otomatis,,landscapenya pun luar biasa keren,,,dari sana kita dapat menikmati sunrise dengan sepuas-puasnya….dengan berbekal informasi tersebut akhirnya kita memutuskan untuk ngecamp di pos tiga…
Baiklah kalo begitu ayo kita tarik lagi… 
Semua kembali diam menata langkah,,,,tetap waspada dengan rute setapak yang berair,,,mengurangi becandaannya,,,,berbicara seperlunya,,,dan kang udin tetap memimpin langkah di depan.. Saya mengambil posisi dibelakang, bersebelahan dengan aris yang kondisi tubuhnya mulai drop…mungkin pengaruh waktu istirahat yang kurang,,ditambah dengan jam makan yang tidak teratur akhirnya berimbas pada kondisi tubuh yang mulai melemah…. Dua jam lebih akhirnya sampai juga kami di pos dua…..lumayan ramai,,disana sini banyak tenda yang didirikan,,,,kami bertemu dengan kang hendrik dan kelompoknya sedang menikmati api unggun,,,tanpa mendirikan tenda,,kami sempat ngobrol dengan mereka,,dan rencananya mereka hanya beristirahat sebentar kemudian langsung melanjutkan perjalanan… 
Sebenarnya kami memiliki rencana yang sama,,tapi karena cuaca yang sudah tidak mendukung,,gerimis yang perlahan mulai turun,,dan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan,,akhirnya dengan terpaksa,,kami memutuskan untuk ngecamp disini,,acara sunrisenya kita tunda,,besok pagi sebelum subuh …. 
Setelah mengitari daerah pos dua,akhirnya sebuah tanah lapang yang bersampingan dengan setapak adalah pilihan yang tepat untuk mendirikan tenda….tanpa membuang waktu,kami bergegas mempersiapkan segalanya,, ditengah ganasnya dingin malam itu.. selesai tenda didirikan saya langsung meringsek kedalam…..sumpah dinginnya malam itu sungguh sangat luar biasa,,bukan aris saja yang merasakan kondisi tubuh yang tidak fit,,tapi saya juga sama kepayahan…bahkan untuk sekedar makan malam dan menghangatkan tubuh dengan segelas kopi panas pun saya tak sanggup,,.jacket,,sarung tangan,,dan pelapis tubuh yang lain tidak cukup menghangatkan tubuh,,saya nyaris terserang hypotermia….untung sebelum berangkat kemarin saya sempat mendengarkan saran aris dan fery untuk membawa jacket buat jaga-jaga..kalo tidak entah sudah seperti apa nasib saya malam itu…alasan saya tidak membawa jacket karena pemikiran saya….pengalaman saat ke merapi kemarin, cuacanya tidak begitu dingin bahkan saya tidak sempat menggunakan jacket,,karena merbabu bertetangga dengan merapi otomatis cuaca dan iklimnya tidak jauh berbeda,,,dan ternyata prediksi saya salah total…saya salah besar…..tidak mudah ditebak,dan tidak dapat diduga….alam memang menyimpan banyak misteri .
Tubuh saya sudah tidak bisa diajak kompromi,,,perasaan lapar dan haus sudah berganti dengan tubuh yang menggigil gak karu-karuan,, Jacket…,,sarung tangan,,,,,,kaos kaki,,,,,,,sleeping bad…,,,,.dalam tenda,,,,…
Im gone……. 
Hampir tengah malam saya terjaga,,,perasaan saya sejak tadi tidur,,seperti ada hembusan angin yang membelai lembut wajah saya…posisi saya 69 dengan si aris (ojo ngeres)kepala saya di kakinya aris dan kepala aris dikaki saya..ternyata pintu tenda di buka separuh,,belakangan esok paginya,baru saya tahu bahwa yang membukanya adalah saudara bashor fiction monger….iiiihhhhh jancok iki…..nggarai mangkel ae…. 
Pukul empat pagi,,sesuai rencana kita sudah harus beranjak…. Ferry,,bashor,,kang udin sudah bangun dan teriak-teriak dari luar,,,,tapi tidak beranjak dari dalam tenda…..saya yang mulai terusik,,dan mengingat komitmen yang sudah dibuat semalam..dan menimbang bahwa jiwa laki bukan pengecut.. (gak nyambung)
akhirnya dengan berat hati,,melawan dinginnya pagi saya beranjak keluar,, dan ternyata saya tertipu saudara-saudara,,saya tidak menemukan batang hidung ketiga makluk tuhan yang paling seksi itu…
nothing…..akeh cangkem e,,tapi teko njeruh e tendo….jancok iki..(lagi dan lagi) 
Layaknya tradisi yang sudah mengakar di negeri tercinta kita indonesia ,....molor adalah hal yang wajar...perjanjian yang keluar dari mulut kita berempat,,semua baru terealisasi hampir jam 8 pagi.....waktu yang ada kami hanya habiskan untuk ngobrol-ngobrol,,ketawa-ketawa,,ngguyon-ngguyon gak jelas,,dan berakhir dengan misu-misu bareng....sama halnya dengan kang udin dia juga ketagihan dengan si jancok,,,,pokoknya ada kesempatan misu,,dia juga gak mau ketinggalan..pada akhirnya dia hanya mengucapkan syukur yang berulang kali..karena gak jadi ajak anaknya...karena tidak terbayangkan apa yang akan terjadi..seandainya kalo anaknya ikutan...
Pagi itu dibuka dengan Sebuah aksi konyol yang dilakukan aris,,membuat saya tidak tahan untuk mengupasnya,,tetangga tenda disamping kami,,kalo gak salah anak-anak jakarta,,salah satu dari mereka,sempat meminta obat perut sakit ke kami dan kebetulan karena saya bawa,,akhirnya saya berikan... Waktu berlalu dan aris yang tidak tahu duduk perkaranya,,diberikan obat sakit perut itu,,dengan maksud mengembalikkan... Aris dengan wajah lugunya menolak.... 
Ooh gak usah mas,,,,makasih,,,, 
Lah itu kan obat saya.....setelah diberi penjelasan,,dia ngangguk—ngangguk tanda mengerti...
oke kalo gitu.... 5 menit kemudian,,,,aris nanya lagi,, 
lah trus obat iki gawe opo???aku yo gak perut sakit,,sambil menunjukkan setablet obat di tangannya... jangkrik...
lapo bo juku iku,,,iku obatku.... 
mau di njalok arek e..saiki di balekno,,,, 
EALAH cok jancok iki....dingin membuat otakmu bego,,,,
Selesai prepare,,saatnya berangkat........... 
Kembali kami dihadapkan dengan setapak kecil berembun,,kang udin tetap menjadi frontman,dan kami beriringan mengikutinya,,,,sepanjang perjalanan pemandangan hutan lindung taman nasional gunung merbabu menjadi pemandangan indah yang memanjakan penglihatan kami,,,hari yang cerah dan jiwa yang cerah kami memantapkan langkah..ditengah perjalanan kami sempat berpapasan dengan para pendaki yang lain...lumayan ramai,,gunung merbabu hari itu,,saling melempar dan menangkap senyum adalah interaksi kekerabatan yang khas,,sesekali tidak lupa kami saling memberikan semangat ...sampai pos tiga hari sudah semakin siang,,lokasinya tidak begitu menunjukkan tentang sebuah pos,,orang awam yang belum pernah kesini mungkin tidak tahu akan lokasi pos tiga ini...yang ada hanya tumpukkan batu besar,,yang disampingnya terdapat tanah datar,,yang cocok untuk mendirikan tenda.. Sebentar kami beristirahat disini,,,rimbunan pepohonan tadi kini telah berganti dengan hamparan rumput luas yang menghijau,berbagai tanaman liar khas alam banyak ditemukan disini salah satunya adalah edelweis yang selalu jadi primadona pegunungan
dikejauhan sana deretan gunung melengkapi penglihatan disiang itu..menandakkan bahwa..posisi kami sudah semakin tinggi dan semakin jauh,,tapi bukan berarti semakin dekat.....informasi dari kang udin adalah rutenya mengitari bukit.. jadi,kita akan berjalan memutar, mengikuti jalur yang ada..... 
Ya sudah kalo gitu ayo kita kemon lagi.... Hampir setengah jam berjalan,kami sampai pada sebuah lokasi yang tidak jauh beda dengan pos tiga,,,yang membedakan hanyalah,,disebelah kiri setapak yang menanjak terdapat sebuah jurang,,yang terlihat seperti kupulan danau kecil yang disampingnya terdapat sebuah gua...pelatarannnya luas dengan lanscape yang tidak kalah kerennya...kami memutuskan untuk turun,,,tidak salah untuk menjajalnya,,,meskipun rute kebawah sedikit curam.. 
Mengikuti kang udin saya coba menjamah air yang tampak seperti mengeluarkan asap,,bau khas belerang tercium dengan sangat jelas,, 
 Kang iki opo toh????ko ambune koyok belerang??? Saya bertanya ke kang udin.. 
Iki sisa sumber air panas teko letusan gunung merbabu,,tapi saiki wes gak aktif.. 
Oooooohhhhh saya angguk-angguk tanpa mengerti... 
Setelah puas menikmati setiap panorama yang ada,,kami kembali melanjutkan perjalanan... 
Kang kira-kira masih lama gak perjalanan..????? 
Yah lumayan..jalur yang akan kita lewati,setapak yang dikelilingi jurang,,dengan tanjakan yang semakin naik keatas,,rutenya mengitari pegunungan,, Puncak yang akan kita tuju adalah kenteng songo,,
jadi bila sudah sampai di sebuah pertigaan,,ambil jalur kiri.....itulah arah sebenarnya..... 
Demikianlah sekilas info dari kang udin... 
Cukup jelas....... 
Karena jalurnya hanya ini saja,,Setiap orang berhak untuk mengambil alih posisi frontman...
Tapi ingat...awasi langkah,,tetap konsentrasi,,,jangan gegabah,,,,jika capek harus istirahat,,jangan paksakan untuk tetap berjalan.... 
Ditengah padang lapang gunung merbabu..dibawah sinar matahari siang yang menyengat..keempat anak manusia...terikat dalam komitmen perjalanan selanjutnya... 
Setapak-setapak yang dijejaki perlahan namun pasti,,,sudah mengantarkan saya pada posisi depan,..mulai memasang jarak dengan yang lain...sesekali saya sempatkan untuk menoleh kebelakang..sekedar memastikan bahwa semua baik-baik saja dan saya tetap dalam rute yang benar.... 
Semakin lama saya berjalan tidak ada tanda-tanda bahwa saya akan mendekati puncaknya,,,padahal perasaaan saya sudah benar dan semangat luar biasa saat melangkah..yang lainnya terlihat tampak sangat jauh tertinggal dibelakang bahkan bashor dan aris sudah tidak kelihatan,,, 
Ko gak sampe-sampe ya..persetan waelah gak usah dipikirkan..ntar malah jadi beban dan mengerutkan nyali..toh saya masih berpapasan dengan pendaki yang lain.. Akhirnya dengan tekad yang tersisa,,saya sampai pada pertigaan yang dimaksud''
Kesebelah kanan arah puncak sarip dan ke kiri puncak genteng songo..... 
Kemana ya...kekanan gak ya,,atau langsung aja kekiri,,
tapi gak seru kalo gak kekanan,,aahhhh begooo ahhh....amnesia gak jelas.....
udah tau kekiri kenapa harus kekanan...saya coba menghibur diri... 
Yuk tarik kekiri mang..... 
Bertemu dengan beberapa mas-mas, yang kalo gak salah dari yogya,,sekedar senyum-senyum dan bertegur sapa saya menyalib mereka,,,,perjalanan saya berujung pada setapak yang memilki dua arah....
yang satu, jalur memutari bukit dengan jalan datar dan yang satunya setapak menanjak melewati bukit tersebut... disinilah kegalauan saya yang sebenarnya terjadi..... 
saya bingung jalan mana yang harus dipilih,,,
dimanakah jalan yang benar arah tujuan hidup saya..memutarkah atau mendaki??? 
Somebody help me plis.....
saya membutuhkan informasi yang akurat,,
handphone mana handphone..mati......
GPS....gak punya.....
handtalking apa lagi....
internet,,online status facebook...
twitter .mention semua orang,,
yahoo messengers...
friendster udah gak zaman..............
Ujung-ujungnya saya harus menunggu mas-mas tadi.....saya harus bertanya kemana arah yang sebenarnya..kalo ada pepatah”malu bertanya sesat dijalan”..maka bagi saya ini bukan sekedar pepatah lagi,,tapi kenyataan real yang sedang saya hadapi.... Satu-persatu mereka mulai muncul,,dengan wajah inocent,saya mulai mengajukkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab... 
Mas,,iki jalur e sing bener sing endi???? Muncak ta? Opo muter iki??? 
Oh sama saja mas....kalo lewat bawah..jalurnya tidak begitu berbahaya,sedikit santai,,tapi kalo dari atas,,lebih terjal,disamping kiri kanannya jurang..jadi lebih hati-hati,tapi intinya sama saja... 
Oke kalo gitu mas matur tenkyu ya,,,
saya sudah berusaha mengakrabi diri dengan ngajak ngobrol menggunakan bahasa jawa saya yang pas-pasan,,dia malah jawab dengan bahasa indonesia yang baik dan benar..
indonesia lagi ni coy... 
Setelah lima menit membiarkan otak saya berpikir,akhirnya keputusan akhir,,saya mengambil jalur mendaki...tidak masalah saya harus menguatkan mental saya untuk menaklukkan yang satu ini.. 
ternyata benar..jalannnya super duper berbahaya.. bayangkan untuk menyebrang dari setapak satu ke setapak lainnya,,saya harus melewati bebatuan besar yang berdiri kokoh di tengah jalan...
untuk memanjatnya,,mata saya harus terus waspada dengan jurang dikiri dan kanan yang setiap saat,, siap menampung saya,jika saya lengah....
bukan itu saja,untuk bisa lepas dari bukit itu saya harus turun dengan gaya berpegangan diakar-akar pohon yang bergelantungan bebas..dengan jarak antara puncak bukit dan dataran dibawahnya lumayan jauh,,,saya jadi teringat dengan cerita para tim penyelamat,,saat mengevakuasi pesawat sukhoi yang menabrak tebing gunung salak...apresiasi yang tertinggi buat beliau-beliau itu...
sabtu 29 mei puncak genteng songo.... 
gunung merbabu.. 
setelah setengah jam saya terlepas dari bukit tadi,,sekarang didepan mata..terpampang dengan jelas tebing yang lainnya....yang ini kelihatan lebih terjal dan lebih tinggi..pegangan satu-satunya adalah akar-akar kayu yang bergelantungan dan bebatuan yang tertancap kokoh disana... ditengah rasa capek dan letih ini,, ada secercah harapan yang menanti,,ada hasrat yang besar untuk menaklukkannya,,ada ribuan motivasi yang siap untuk di buktikan.. didalam hati ini ada sebongkah doa yang tulus atas anugrah yang maha kuasa... semua terjadi begitu saja..karena saya tahu di balik 
“tembok ‘yang menghalangi ini,,mimpi itu akan segera terwujud.... genteng songo sudah didepan mata..... Kang saefudin ky yo udin.bashor fiction monger,aris daeng w dan fery puji nova. Maafkan saya,karena sudah lancang meninggalkan kalian jauh dibelakang. Kita punya tujuan yang sama.visi misi yang sama dan mimpi yang sama,tapi kecepatan dan faktor fisik kita tak sama. Saya akan menunggu kalian disana….Kita akan bertemu .dipuncak gunung merbabu.. 
ayo kakiku..temani saya melangkah....kita pasti bisa... . Injakkan pertama saya jejali. Bergantungan diranting yang satu dan lainnya.saya berusaha mencari pijakan yang kuat.diantara tebing bebatuan yang tertanam disana. Berat carrier yang saya pikul semakin menambah kesulitan untuk terus memanjat..... Disisa-sisa tenaga yang masih ada.akhirnya saya berhasil menggapai puncaknya... 
Huhuhuy...aloha....caiyo.... Saya berhasil....saya berhasil.... 
Capek yang sejak tadi saya rasakan nyaris merenggut asa..berganti dengan luapan kegembiraan khas anak SD.saat disuruh bermaen seharian gak usah belajar. 
Dataran luas tidak begitu besar. ditengah-tengahnya.tergeletak tanda berupa plat berbentuk anak panah berwarna kuning. Berukuran tidak begitu besar.dengan tulisan puncak genteng songo...
Beberapa pohon kecil,tumbuh mengitari dataran puncak.... Puas menikmati setiap detail suasana puncak.saya mencari tempat berteduh yang nyaman dan yang pasti terlindung dari matahari yang bersinar terang siang itu. Bukannya takut hitam.karena dari sananya memang sudah iman (itam manis) 
Tapi pengaruh sinar ultraviolet disiang hari.sangat tidak baik untuk kulit. 
Lapisan Uv A nya dapat menggelapkan kulit. 
Dan lapisan uv B dapat merusak kulit.
dan akibat fatalnya adalah kanker kulit… Disisi puncak yang lain kang hendrik dan kelompoknya sedang berteduh dan lagi masak-masak.. kang hendrik sempatkan untuk,samperin saya,,, 
Aris ambe arek-arek masih dimana?? 
Oooh masih dibelakang mas… 
Sampean sudah dari tadi ta kang?? 
Udah…itu sama anak_anak sedang masak… 
Trus ntar mau pulang lewat jalur mana kang??? 
Rencana e paling lintas alam,,lewat jalur selo…. 
Oooohhh ya udah kang…paling ntar kita-kita juga lewat selo… 
Kang hendrik balik ke teman-temannya dan makan.. saya lagi-lagi ditinggalkan sendiri……. Disini…… Setengah jam berlalu yang ditunggu-tunggu belum juga nongol,,mas-mas tadi yang bersama saya,,setelah foto-foto.dan beristirahat sebentar,mereka sudah pada turun,,trus dimana guys-guys saya…
gak lucu tau sendirian disini,,,,masa saya harus menikmati pemandangan indah ini sendirian..
saya butuhkan kalian semua…… Pikiran negatif saya tiba-tiba menyeruak..jangan-jangan mereka sudah gak kuat,,atau jangan-jangan mereka memutuskan untuk gak muncak..atau jangan-jangan mereka tersesat dan tak tau arah muncak,,,tapi opsi yang terakhir kayaknya gak mungkin…kan ada kang udin…. Ah sudahlah…mereka adalah para pendaki sejati,,,generasi muda yang memiliki dedikasi yang tinggi akan negeri dan alamnya...mereka pasti datang…
dan dari pada kebanyakan jangan-jangannya..... 
just smoke one cigerette and huuuurrssssttt………… 
mp3…file…indonesiaku indah…..coklat….bendera……..play…… enjoy this moment….. 
gak pake lama…ditengah suasana damai ini sayup-sayup saya sempat mendengar,,ada suara yang memanggil-manggil saya..bergegas saya beranjak..mencari sumber suara…dan akhirnya saya melihat mereka dikejauhan sana….. sobat-sobat saya…orang-orang yang sudah menemani saya dalam suka dan duka merbabu ini…sobat-sobat yang gokil..gak ada matinya,,,
super duper koplak…dan untuk sesaat saja..saya sangat merindukan kalian…… woooooooyyyyyyyyyyy………… ayooooooooo………. 
Ngapain disitu…..sini………….Kita kumpul-kumpul disini…. Saya teriak sekencang-kencangnya dengan kemampuan yang luar biasa………. 
Tapi percuma…yang diteriaki gak ada respon,….lempeng….
gak menghargai saya,,yang hampir putus urat sarafnya hanya karena teriakin mereka… 
Mereka lebih memilih untuk foto-foto disana dan meninggalkan saya mati gaya sendiran disini… 
Ya sudahlah…saya akan menanti kalian disini,,,walaupun sedikit kecewa,,tapi saya lega bisa liat kalian lagi dan berkumpul lagi….. 
Ayo mangan sek yo..luwe aku….dari tadi ak udah lapar guys,,,,
(sesaat setelah kita berkumpul di puncak) 
Yowes masak-masak sek… 
Kali ini yang bertugas untuk masak,,,adalah saudara bashor… Gak usah di perkirakan sudah pasti berujung dengan nasi galau… 
Shor ojo keakehan banyu e engko dadi bubur,,duduk segok…. 
Gak..nambah mane,,,kurang iku… 
Wes..wes..pas iku… 
Gak…gak sek kurang iku….ditambah dikit sek…. 
Nasinya belum matang,,saya dan bashor sudah 'ramai' duluan… Dan memang benar..bubur gak jelas ,,,nasi gak jelas….dan bashor sudah kabur…..lari dari tanggung jawab….
woooy cookk..segok e loh…kund iku ngawuran… 
Dia melenggang pergi tanpa dosa… 
Aris,,fery dan kang udin sibuk dengan urusannya masing-masing.. 
Ditengah-tengah keributan dan kerepotan kami,,puncak kedatangan tamu yang lain..kali ini pengunjungnya adalah, dari sebuah ikatan pecinta alam yang anggotanya terdiri dari orang-orang keturunan chines rata-rata dari mereka sudah tidak muda lagi….cukup friendly mereka ngobrol dengan kami…. Salah satu dengan mereka yang sampai sekarang masih terekam jelas dalam otak saya dan kami berempat adalah pak hua.. Awal keakraban kami dengan beliau adalah saat moment dia pengen boker….
(awal perkenalan yang tidak sopan)
Dia blusukan kearah kami,,sudah gitu hampir jatuh pula.. 
Mas..mas ada tisu basah gak,,saya pinjam sebentar mau boker… 
Oh ada pak… Sebelum dia pergi,,,diasempat melihat saya hampir menghisap rokok 
(ingat!!!!… HAMPIR….) 
Aduh mas..saya sarankan untuk tidak merokok,,sumpah rokok gak baik buat kesehatan… 
Dengan perlahan namun pasti,,dan menimbang faktor usia, dengan terpaksa saya menggeletakkan kembali rokok yang hampir bercokot di mulut saya.. Lima menit kemudian, pak hua muncul lagi mengembalikan tisu basah yang dipinjam tadi..tapi tidak sampai disitu saja,,dia semakin lancang menasehati kami… Sambil makan dia mulai berpidato… 
Gini loh mas,,,percaya sama saya..rokok itu tidak baik untuk kesehatan….
sampean-sampean susah –susah cari uang hanya untuk merusak kesehatan… 
Lebih baik digunakan untuk hal yang berguna…. Saya pernah bahas masalah ini dengan teman-teman saya yang angkatan..
mereka ngomong,,kan bapak belum pernah coba makannya gak tau rasanya… 
Untuk apa mencoba,,barang-barang yang tidak sehat…..???saya kadang dikatai suka menggurui,,
tapikan itu kenyataannya,,, 
Saya diam saja..saya tahu bahwa apa yang dikatakan beliau tadi memang benar….saya tidak perduli,,dari siapa yang memberikan nasehat,,selama bermanfaat monggo saja….. 
Kalian tau saya ini orang suroboyo,,
lahir disuroboyo,,besar disoroboyo dan menikah disuroboyo,,,,nek misu-misu yo juancoooookkkk 
(dia mulai menceritakan riwayat hidupnya dan saya sempat tertegun dengan kalimat terakhir) 
Kalian kalau cari cewek itu,,,harus kayak luna maya… Loh kok luna maya???/ Iya luna maya..yang cantik sekalian..setelah kalian pacaran langsung dihamili…… 
Juancooookkkk,,sing iki gak mboiss blassss……………. 
Teman-temannya yang lain sudah pada turun tapi pak hua masih sibuk menasehati kami..bener kata temannya…… 
beliau ini kalo makan satu jam..ngomongnya dua jam….dan itu terus berlanjut….. 
Kalian ini masih muda,,,masa kalah dengan saya yang sudah berusia tua,,saya saja sampai sekarang masih aktif naik gunung..kalian gak mikir..saat usia sudah seperti saya apakah masih bisa naik gunung….????pertanyaan yang membuat saya berpikir dua kali….bener juga ya…….. 
Bashor yang mulai terusik,, mulai berdebat kusir dengan pak hua 
Gini loh pak sampean jangan samakan sampean dengan orang yang merokok..
iku masalah pilihan hidup…. Sampean gak merokok ya itu urusan sampean….sampean dengan umur sekarang naik gunung,,tapi gak bawa apa-apa kan??..cuman jalan tok,,…ya sama saja..
bashor mulai ngotot..
aris fery dan kang udin hanya sesekali nambah dan ketawa-ketawa..saya memilih untuk menghindar… 
Kamu itu ngomong ojo ngawur..saya ngomong ini buat kebaikan kalian,.,.kamu itu ngomongnya PINPINTOL(pintar-pintar tolol)bahasa baru ni…
diakhir perdebatan,,jabatan tangan dan salam perpisahan mengiringi kepergian pak hua…
yang tersisa dari jejak pak hua adalah nasehat bermanfaat dan gurauan-guruannya yang segar…apa yang dia katakan akan menjadi pertimbangan bagi saya untuk kedepannya…..saya gak janji tapi saya akan mencoba dan berusaha… 
 jam menunjukkan setengah tiga sore…
sudah cukup lama kita menghabiskan waktu di puncak,,,,kini saatnya kita pulang …yuk ngepak-ngepak barang lagi…. 
Jadi gimana??? Mau balik arah yang sama..atau lintas alam….kang udin memberikan pilihan sebelum berangkat…. (lintas alam adalah jalur yang sama dengan kang hendrik dan teman-temannya,,lewat selo) 
Setelah berunding ,,keputusan terakhir adalah lintas alam….. Oke kalo gitu…. 
Ayo…………… kita berangkat sekarang,,,,,,,….
to be continue..........

Rabu, 27 Juni 2012

MERBABU .DAN YOGYAKARTA DALAM VERSI KITA.....part 2

Dua jam perjalanan dengan menumpang bis umum, yang berkapasitas lebih kecil dan bertarif sekitar 8000 rupiah akhirnya sampe juga kami di terminal kota ini. Terminal bis sukarno hatta atau yang lebih akrab dikenal dengan terminal bis tidar.


kalo dibandingkan dengan terminal bis lainnya,terminal bis kota magelang ini memiliki area yang tidak cukup besar dan aktifitas yang berlangsung juga tidak terlalu ramai..saya tidak tahu apakah memang seperti ini keadaannya setiap hari atau cuma kebetulan saja..tapi paling tidak ada keuntungan buat kami untuk tidak berdesak-desakkan dengan penumpang lain,berhubungan dengan para calo tak berlisensi dan meningkatkan pengawasan terhadap semua barang bawaan ke level tingkat yang lebih tinggi..... 
 Dari pusat terminal kami merapat ke pinggir jalan besar.,.suasana dijalan utama pun tidak jauh berbeda,meski banyak kendaraan yang berlalu lalang tapi.tetap saja terlihat lengah.terasa lebih tenang jauh dari gambaran saya sebelumnya..
15 menit nongkrong di depan pintu gerbang terminal.tiba-tiba kami disamperin oleh sebuah sepeda motor,dan tentu saja ada pengendaranya.awalnya saya tidak ngeh,dengan si mas,mas ini.tapi setelah di perhatikan ternyata dia adalah kang saefudin ky yo udin... 
Ealah din...udin... Ta pikir sopo.,,,, Soale kuloh pangling.wong pertama ketemuan ndek merapi sampean sek unyu-unyu dengan potongan rambut pendek klimis.tapi saiki ganti model ala.-ala. Ali topan anak jalanan.kesannya kayak preman,preman gimana gitu.sok cool gak jelas. Piece love kang udin.


Kang udin berencana untuk menderek kami satu persatu kerumahnya.,tapi diliat dari kondisi kami berempat dengan beban yang dibawa sudah Merepotkan.Akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki saja.walau sempat diperingati kang udin bahwa lumayan jauh, Tapi kami cukup pede untuk menjajal pedestrian..anggap saja ajang pemanasan dan sekalian pengenalan awal kami dengan kota magelang.. 15 menit berlalu,rasanya sudah hampir satu kilo,kami berjalan,tapi ko belum sampe-sampe. melewati sebuah tempat parkir truk-truk Yang lagi nganggur..tepat didepannya berdiri beberapa polisi berseragam yang sedang patroli.salah satu dari mereka sempat bertanya ke kami. 
Pak polisi.: Mau kemana mas.,??? 
Kami.; : Mau ke merbabu pak... 
Pak polisi.: Wah kalo ke merbabu pake jalan kaki dari sini, ya gak sampe-sampe maz,numpang bis aja. 
Kami : ?!^_^+/:.¿§ €$.... 
Sebenarnya saya ingin menjawab pertanyaan si bapak polisi tadi.tapi berhubung saya memiliki sejarah kelam dengan angkatan,jadi saya mengurungkan niat.karena emang gak berani juga. 
Dan 100 persen apa yang dikatakan pak polisi tadi memang benar..ini masih dimagelang bukan di wekas.. Jarak dari magelang-wekas saja.hampir menghabiskan waktu 2 jam,itupun menggunakan bis.apalagi kita dengan jalan kaki....enoughlahhh... 
Perjalanan kamipun berujung pada sebuah pertigaan.sesuai arahan kang udin jika sudah sampe pertigaan yang ada lampu merah,kuning,dan hijau(kenapa orang-orang hanya menyebut lampu laluLintas itu hanya lampu merah.padahal ada kuning dan hijau..diskriminasi terhadap lampu dan warna.) 
Kita langsung menggunakan jalur ke arah kiri.dan disitulah kediaman kang udin.
tampak dari dalam rumah seorang bapak-bapak.. Melambaikan tangan kearah kami. .
tapi ko beda ^¤^???
apakah itu kang udin??? 
karena nunggu terlalu lama akhirnya dia berubah wujud?
atau jangan-jangan itu sosok kang udin yang sebenarnya... 
Tapi yang pasti itu bukan udin yang kami kenal tadi..
(ini saya tulis dalam kondisi sedang nonton tutur tinular versi 2011..) 
Setelah dipersilahkan masuk.dan bercakap-cakap dengan si udin,jadi-jadian ini..akhirnya kami menemukan fakta,bahwa beliau ini bukan kang udin..kang udin yang sebenarnya sedang keluar untuk ngisi ulang galon air minum.


Dan beliau inilah orang yang diminta tolong oleh kang udin untuk menyambut kami.. saya tidak tahu nama aslinya,tapi biasa dipanggil mbah pathok..
partner kang udin setiap kali ada event trakking.
dan dari cerita-cerita itu juga ternyata mbah pathok ini adalah orang. yang pada waktu eksepedisi merapi kemarin.sempat mencuri perhatian saya dan sempat saya sapa. 
ditanjakkan menuju puncak garuda,beliau sedang sibuk menenangkan seorang cewek yang berderai airmata,nangis-nangis karena takut untuk turun.dan waktu itu si mbah pathok berkostum lapis baja tahan serangan..maksud saya tertutup semua..jadi saya gak ngeh sama si mbah pathok... 
Percakapan berlanjut ke lantai dua rumah ini...cukup nyaman untuk bersantai disini.dengan pandangan dari atas balkon terlihat jelas keadaan kota magelang siang Itu,dan bukan itu saja tapi pesona alam dengan deretan gunung yang terlihat di kejauhan sana sungguh luar biasa.entah gunung apa namanya..bentuk rumah kang udin ini lebih menyerupai ruko.dengan lantai dasar di ruangan depan dipenuhi oleh beberapa lemari etalase dengan barang-barang jualan yang masih ada,di ruangan tengah tempat kumpul keluarga,dan di lantai 2 lebih dikhususkan sebagai area beristirahat..lumayan bisa menghabiskan beberapa jam kedepan untuk memulihkan stamina yang loyo,sebelum petualangan sebenarnya dimulai. 
Ditengah asyik-asyiknya ngobrol kami sempat dikagetkan dengan bunyi serine mobil patroli polisi.yang semakin lama semakin mendekat,sempat bingung dengan kondisi ini.akhirnya kami putuskan untuk langsung ke TEKAPE.ditengah keramaian kota magelang siang itu mobil dan motor kepolisian tampak mengawali beberapa bis dengan model yang lumayan keren dan terlihat elegan.dengan spanduk yang ditempelkan tepat disamping badan bis.para penumpang bis pun terlihat asing. Dari kaca depan bis,tampak bahwa mereka adalah sekawanan turis.. Dan dari penjelasan kang udin dan mbah pethok,sebenarnya bis-bis itu sedang mengantar para peserta event INTERHASH 2012.semacam event lintas alam bertaraf international dengan peserta utamanya komunitas tionghoa,yang biasanya dilakukan dalam periode 2 tahun sekali.dan setiap negara anggota bergiliran menjadi tuan rumah.dan kebetulan tahun ini indonesia yang mendapatkan kesempatan itu.... 
Setelah menyaksikan parade bis-bis itu.saatnya masuk kedalam dan istirahat.. Tapi belum sempat 5 menit masuk kedalam. Tiba-tiba ada lagi yang lain... Jreng...jreng...jreng...jreeeeeng... 
Waduh event apalagi ini,yang tadi udah lintas alam,trus yang sekarang lintas apalagi..bunyi knalpot motor.menggonggong,bergantian gak ada mati.terdengar jelas kalo suara itu hasil modifikasi untuk meramaikan sebuah perhelatan..saut menyaut.tarikan racing semakin membisingkan magelang siang itu. 



Magelang digoyang...mana suaranya

dipojokkan atas, yang dipinggir jalan.. 
bapak-bapak sopir mana jempolnya,,, 
yow everybody,,, yow semuanya tangan diatas., yang masih didalam rumah mana teriakannya.., saya,fery,bashor dan juga si aris yang baru saja balik menjemput kang hendrik merasa terpanggil bergabung....bergegas kepintu depan dan tanpa diperintah langsung membentuk formasi DUGEM.duduk gembel...dengan tatapan mata tertuju ke keramaian kota.... 
Dan apa yang terjadi saudara-saudara...belasan anak sma cewek dan cowok yang berseragam putih abu-abu berkonvoi dengan motor racingnya dengan warna seragam sudah beragam.dan warna rambut dan kulitpun bersaing hebat dengan variasi warna seragamnya..tampak berjuta warna,cerah ceria siang itu...
ternyata hari ini bertepatan juga dengan pengumuman kelulusan SMA.okelah kalo begitu sebuah kebetulan yang menguntungkan.dan kami berempat mulai menikmati moment gratis ini...waktu istirahat di tunda dulu..mungkin liat aksi konvoi anak sma yang merayakan kelulusan itu sudah biasa.karena sudah jadi tradisi di negeri tercinta ini setiap tahunnya.tapi menyaksikan Pawai kayak gini di kota orang,apalagi di magelang lain lagi ceritanya.kata wong jowo siji mane perkarae mas bro. 
Jadi langsung saja kita update dan cekidot ke tekape... Tempat yang strategis.rumah kang udin terletak di pinggir jalan dipertigaan yang menghubungkan kota yogya,semarang dan salatiga..dan posisi kami berada disalah satu pertigaan lampu lalulintas yang sedikit menanjak..okelah guyz mari kita beraksi.. 
Bashor pertahanan depan.dia selalu beraksi diluar batas rasa malu manusia,ikut sorak menyoraki.teriak teriak gak jelas.dan ugal ugalan gak mau kalah dengan anak anak sma yang sedang mabuk kelulusan..dan pada suatu moment yang tidak diduga duga. Sebuah mobil pick up yang lewat di depan kami,tanpa ba bi bu langsung di uber sama si bashor. 
Woi bonek woi.. Jancok woy mlayu gak ngomong-ngomong cak. Saya,fery dan aris.cukup kaget dengan spontanitas si bashor..waduh kalo seandainya kejadian trus menerus kayak gini dan tidak di antisipasi.saya rasa tragedi kamu tau mulut.mulut itu cangkem bisa berlanjut ke episode ke 2.dan tidak menutup kemungkinan meningkat ke kekerasan fisik...
arek e di umbehno obat sek joe.ben isok berkurang.ngomong saya sama aris. 
iki duduk nang suroboyo iki,nek dikeplaki wong,njalok tolong nang sopo?..gak ono bonek ndek kene iki.opo mane celuki komet....^_^ 
Semakin siang suasana semakin Menggeliat aksi para siswa yang berkonvoi semakin menggila..arak arakkan datang silih berganti.tetap dengan bunyi knalpot yang dipaksa seracing mungkin entah motor pinjeman atau punya orangtua. Yang penting eksis.gak mau kalah satu sama lain.yang paling kenceng yang akan menjadi pusat perhatian.aksi-aksi heboh dengan gayanya semakin diexplore, cewek cewek sma yang berboncengan maupun yang sendiran pun tidak kalah menantang dengan seragam kurang bahan mereka.kami yang merasa ditantang dipaksa untuk menantang pemandangan keren yang tertantang itu..luar biasa minim... 
aris dengan SLR dan bashor dengan pocketnya berlomba mengabadikan pemandangan 17 tahun keatas itu.generasi muda e kelakuane koyok ngene iki.mau jadi apa nantinya.
senang senang sedino iki tok,mene mulai bingung dengan hidup e.goleki pekerjaan.calon calon pengangguran masa depan iki.. 
beberapa suara sumbang tentang perlakuan anak anak sekolah ini.saya tidak bisa mengiyakan atau membantahnya.karena saya juga pernah mengalaminya bahkan lebih parah.
setiap orang punya masanya masing masing tergantung bagaimana dia menghandlenya.jadi nikmati saja perpisahanmu dengan putih abu abumu. Berusahalah untuk mewujudkan mimpi mimpimu jika kamu yakin,,maka aksi hura huramu saat ini tak akan sia sia... 
Jam sebelas siang saatnya beristirahat.saya butuhkan asupan energi untuk perjalanan sore nanti.didepan tivi saya tergeletak dengan pulas.setengah jam berlalu saya mendengar seperti suara seseorang sedang sibuk berbicara sendirian.dengan nada serius. 
Iyo bu.aku saiki nang jogja iki. 
Ambe arek arek Kate nang merbabu. 
Yo ndulen bu,sumpek nang kos kosan. 
Iyo paling balik e seloso.(seloso ini selasa.) 
Fery sedang beradu argumentasi dengan ibunya. Via handphone.. Bayangan saya,respon ibunya waktu itu..mencak mencak sambil pegang ijuk atau apa saja yang bisa dijadikan senjata;,
anak kurang ajar,katanya di malang bersih bersih kos kosan.tapi kenapa sekarang tiba tiba di telpon dan posisinya sudah dijogja...cari apa dia disana?rumahnya di lumajang kenapa bablasnya ke jogja?
lupa rumahnya kah?atau kabur dengan cewek pujaan hatinya.atau dibawa kabur orang.. 
Dan kalo dia naik gunung atas persetujuan siapa dia pergi. 
Lagian gunung ko dinaiki..
ntar dia pulang sudah pasti subsidinya akan saya potong 25%.liat saja nanti.
(sambil matanya penuh kelicikan khas peran peran antagonis). 
Dan kira kira begitulah bayangan saya tentang respon ibunya.dan saya memang benar benar lebay. 
Bangun tidur perut terasa lapar.dengan posisi mata yang masih 5 watt.saya berusaha makan sebanyak banyaknya, makanan yang sudah di sediakan kang udin. Kenyang... Saya merapat ke pintu depan.dan semua ternyata masih tetap eksis di tempat yang sama.semakin rame dengan kang hendrik dan teman-temannya.si bashor,fery dan aris pun semakin lincah dan lihai menguasai kondisi magelang siang itu yang sangat ramai.
yang lain berpindah kedudukan.dan saya tanpa dosa mengambil posisi tepat di samping bashor. 
Santai santai…… slow slow…… asyik asyik……. saya dan bashor menikmati rokok sambil senyum senyum…. diam diam….. tanpa suara siang siang ….. itu.. 
Didepan kami melintas sebuah sepeda motor yang tidak begitu saya perhatikan.. Dan di sibashor refleks,, Lulus ta ndut....,????????? 
Luluuuussss...,,,,,,,,,,,,,.. Balas si cewek yang lewat tadi... 
Saya langsung kaku… Cangkem saya jadi mingkem,rai saya jadi merah.otot tubuh saya seketika mati rasa...lidah saya tiba tiba muncul tulangnya.dengan sekuat tenaga saya melirik ke bashor.tapi yang dilirik masih tetap dengan gaya cool gak mbois blasnya iku. 
Woooy cok..sejak kapan kund kenal ambe arek iku? Ngawur ae. 
Untung arek e jawab e apik..masio de,e lemuk ojo dibengoi ndut cok.
sok akrab kund iku. Arek e ngomong konco koncone,kund wani tanggung jawab ta di keplaki wong. 
Laen kali jogo cangkemmu loh cok.
nek pengen bengo'i wong ngomong sek,ben kita bengo 'i bareng bareng.
semakin banyak yang bengo'i semakin ramai... 
Setelah puas mengungkapkan uneg uneg saya.saya putuskan untuk meninggalkan bashor sendirian.lebih baik mencari aman dan selamat terlebih dahulu.
mencegah lebih baik daripada mengobati..saya tidak tahu sejak kapan dia bertindak lancang seperti itu...tapi yah sudahlah.itu urusannya dia,paling gak kalo terjadi apa-apa gue kagak ikutan...tatut cyinnnn.. 
Jam 2 siang,aris ajakin saya dan fery mensurvei lokasi sungai yang letaknya tidak seberapa jauh dari rumah kang udin.untuk sampai ke sana,kami harus melewati sebuah bangunan yang tanpa diberitahupun.sudah terasa dari aromanya..ya memang aroma tidak pernah bisa bohong.itulah tempat pemotongan hewan. Tepatnya tempat pembantaian si sapi..
sampai disungai.beberapa warga sekitar,terlihat sedang sibuk membangun wadah dari bebatuan sejenis bendungan.entah untuk apa tujuannya,tapi sepertinya bendungan bendungan itu berfungsi untuk menambang pasir sungai..sekitar ada empat atau lima Kelompok warga sedang bergotong royong mewujudkannya.
setelah puas dengan keindahan sungai magelang dan aktivitas warga sekitarnya.kami balik ke rumah kang udin.ternyata hendrik dan teman temannya sudah duluan ke wekas. Ya sudah kalo gitu,mungkin karena terlalu lama menunggu.atau ada urusan lain setelah ke merbabu.jadi mereka tidak bisa berlama-lama.





Waktu yang ada kami maksimalkan untuk mandi sambil menunggu istri kang udin yang belum pulang kerja.si bashor lebih betah jual tampang dipinggiran jalan.saya rasa dia telah menemukan place yang tepat untuk menyalurkan bakat bakatnya,
bakat teriakin orang,bakat menarik perhatian.
bakat menjadi pusat perhatian.
bakat buat ngelucu,bakat bangkitkan mood 
dan bakat untuk di keplaki... 
itulah keunikan si bashor yang membuat saya,fery,aris dan kang udin suka itu... Sampe sekarang gue masih suka ketawa-ketawa sendiri guys,kalo keinget tingkah pola loe yang bedebah itu ha ha ha.raimu....cok juanda... 
walau kadang sedikit berlebihan dan mengerikan.... Saya senang dan cukup terhibur untuk bergabung dengan bashor setiapkali dia mulai beraksi di pinggir jalan....tapi sebagai seorang bijaksana yang belajar dari pengalaman.saya selalu mengantisipasi setiap gerakan yang mencurigakan..
setiap kali dia mulai buka mulut saya kabur....setiap kali dia teriak saya sembunyi.....
setiap kali cangkemnya aktif berlebihan saya ngacir.....
begitu terus menerus sampai akhirnya berujung pada Cok jancok iki...meneng o cok raimu asu kirik.... 
Selalu berakhir dengan m3 (misu-misu manja)…. 

Jam setengah empat sore waktu indonesia bagian barat. 
Setelah packing terakhir dan pamitan dengan istrinya kang udin saatnya kita capcuzzz. Daerah selanjutnya adalah WEKAS.tempat terakhir sebelum kami mendaki... 
Tumpangan kali ini adalah bis antar kota dengan tarif 7500 rupiah per orang dan kapasitas lebih kecil serta jumlah penumpang yang juga lebih sedikit.... itu normalnya saja,belum kehitung dengan penumpang yang bergelantung sepanjang pintu depan,badan bis sampai ke pintu belakang bis. 
Dan itulah standar penuhnya bis versi pak sopir.. Tanpa memperdulikan kenyamanan penumpang.....bergelantungan.... 
(lebih menyangkut ke rana hukum perdata...ilmu lagi guyz ^_^) 
Bashor didepan disamping pak sopir yang sedang bekerja.. Saya disamping kiri deretan ketiga dari pintu belakang,berdampingan dengan sesosok makluk tuhan yang sedang galau..memandang jauh kehamparan alam luas diluar sana,dari balik kaca jendela tempat dia meletakkan kepalanya.tanpa memperdulikan sang arjuna yang duduk manis disampingnya.seorang cewek sma.yang pasti masih kelas satu atau kelas dua.karena gak mungkin kalo kelas tiga tampangnya masih wajar seperti ini.. 
Dikursi paling belakang fery yang disampingnya ditemani cewek sma, yang sekilas tampak seperti keturunan chines,matanya.warna kulitnya.rambutnya dan lain sebagainya.ternyata dia juga gak mau kalah dengan saya..ayo kita bersaing secara sportif..siapa yang akan mendapatkan nomer hapenya mereka...ha ha ha (bahkan sampai kita turunpun,hanya ajak kenalan aja kita tidak bernyali.)
Posisi kang udin sedikit galau..kadang dia.. Duduk,kadang dia berdiri. Duduk lagi,berdiri lagi.bingung dengan posisi hidupnya..
kalo dengan aris,beda lagi perkaranya.dia lebih memilih ngegandol di pintu depan.menggantikan tugas kenek..tapi saya rasa dia sukses menjalankan tugas freelance sore itu.
(coba tanyakan ke aris apa itu freelance.^_^). 
Beberapa cewek-cewek smp sempat terkecoh dengan si kenek tampan ini....ha ha ha ha..(pertanyaan yang sempat loe ajukan ke gue waktu di malioboro,masih ingat gak loe guyz)


Hampir sejam perjalanan,akhirnya sampe juga kita di wekas. Desa terakhir untuk perjalanan kita sesungguhnya... 
Berlima kami menata langkah menapaki jalan panjang yang Tersedia didepan mata. Menurut kang udin.perjalanan dari pintu gerbang pendakian sampe ke pos perijinan membutuhkan waktu sekitar 45 menit.artinya kalo di kalkulasikan dalam itung-itungan matematika jaraknya mencapai 1 kilometer.. Jika ingin lebih cepat dan tidak membuang-buang waktu banyak,kita bisa menggunakan ojek..beberapa menit berjalan,kami memasuki sebuah desa....  
Inilah yang disebut desa genikan. Desa terakhir arah selatan.lereng gunung merbabu..aktivitas penduduk sore ini tidak beda jauh dengan aktivitas pedesaan pada umumnya.berkebun dan bertani adalah sumber penghasilan warga desa genikan..sesekali berpapasan dengan warga sekitar.saling sapa dan tegur adalah sebuah identitas manusia indonesia yang terkenal ramah tamah.kepolosan dan ketulusan dari senyuman mereka mengajarkan tentang indahnya sebuah keakraban, kebersamaan..
Melewati perkampungan warga,kami dihadapkan dengan ribuan pohon beraneka ragam yang tertata rapi.. Di kiri dan kanan jalan.sepanjang mata memandang,kerimbunan dan keperkasan alam menghiasi setiap tatapan mata...hutan ini begitu hijau,hutan ini begitu sejuk,hutan ini begitu rapi..hutan yang termasuk didalam taman nasional gunung merapi-merbabu(TNGMM) ini.adalah contoh nyata,salah satu sumber oksigen alam yang perlu dijaga dan dilestarikan... 
dan kita yang harus bertanggung jawab atas itu semua.. anak-anak bangsa…... para pecinta alam.. calon masa depan indonesia..  
hari menjelang magrib.dari jauh terdengar suara adzan memecah kesunyian ditepi hutan itu.kita memutuskan untuk rehat sejenak..selalu ada waktu untuk bergurau selalu ada waktu untuk becanda.dan itulah kami.'keistimewaan' kami. 
Shor.awakmu gak ngerti ta,arek-arek biasane ngomong salam juanda iku,nyinggung awakmu. 
Saatnya saya memberikan pengakuan. 
Lapo emange? 
 Kund gak ngerti ta pas ngopi-ngopi bareng nang juanda iku.kund iku misuk misuk tok cak cok,cak cok bolak balek. Makane aku aris ambe fery.ganti istilah e ambe salam juanda. Sek iling ta kund? Yang ditanya cuman bengak-bengok kayak sapi ompong..
dan fery yang gak puas dengan responnya bashor.akhirnya melanjutkan pertanyaan saya. sek...sek...awakmu sek iling ta?pertama kali ketemu ambe aku?
 Kembali lagi si bashor amnesia.dan ternyata gak ngerti apa-apa. 
Yowezlah nek ngunu.timbange rame.ayo ndang budal.jancok'i arek iki.sok.sok lupa ingatan barang. 
Yuk capcus. 
Semakin jauh melangkah.hari pun semakin gelap.berpisah dari rimbunan pohon dan alam luas,kami bertemu dengan perkampungan lainnya. kampung kedakan.salah satu bagian dari desa genikan...tak ada aktifitas berlebihan dari warga disini.keadaan sunyi,sepi .ditambah lagi dengan cuaca yang semakin dingin.membuat penghuninya lebih memilih berkumpul dengan keluarga didalam rumah.setelah bekerja seharian.
cerminan khas suasana desa pada umumnya..dengan jarak yang lumayan jauh dari jalan utama dan pusat keramaian kota.saya rasa warga disini berpikir dua kali untuk kesana kalo bukan urusan mendesak atau keperluan penting,apalagi malam hari..selain harus memiliki kendaraan pribadi,untuk melewati hutan rimbun yang tak ada penerangan sama sekali,butuh keberanian ektra.
gak jauh beda sama penakut kayak gue ^_^ .............
pertama kali memasuki perkampungan ini, pemandangan dan suasana pedesaan yang kental semacam ini terasa asing.bagi saya bahkan untuk kita berlima,yang sehari-hari harus berhubungan dengan kerasnya kehidupan,bertarung dengan waktu ditemani dengan ramainya kota yang penuh dengan hiruk pikuk manusia dan debu jalanan. 
One thing for us,to looking another place to rest...


Selanjutnya,tibalah kami di pos perijinan.sebuah rumah warga lumayan besar..karena keadaan malam yang minim penerangan,saya tidak bisa menggambarkan posisi rumah itu secara mendetail,yang jelas.kami melewati teras samping menuju ke ruangan utama dari rumah ini.kang udin yang sudah cukup akrab dengan pemilik rumah,langsung melenggang santai kedalam ruangan lain..suasana ruangan utama tidak jauh beda dengan pos perijinan pada umumnya.area yang luas dengan minim perabotan… 
Setengah jam berlalu.saatnya kita ngetrack.tapi sebelumnya sebagai pendaki yang baik dan benar.urusan perijinan harus diutamakan..setiap orang dikenai biaya sebesar 4 ribu rupiah.dengan rincian 1500 untuk biaya masuk taman nasional gunung merapi-merbabu (TNGMM),dan sisanya 2500 untuk kas kampung dan penyelamatan atau bahasa kerennya rescue…
CONTINUE.....