Minggu, 25 November 2012

kekompakan yang timbul karena kepepet



Kisah ini terjadi pada hari jumat kemarin..tepatnya hari terakhir UTS(Ujian Tidak Serius)saya.
kenapa pengen ditulis,karena selama masa perkuliahan hingga tua di semester 5,mungkin baru kali ini saya rasakan kesolidan dan team work,anak-anak hukum semester 5.biasanya semua pada maen independen..gak peduli dengan yang lain.pokoknya istilah gak ada teman yang sejati,yang ada hanya kebutuhan abadi itu,jauh lebih terasa.atau lebih dikenal dalam istilah kita itu urusanmu ambe keluargamu…hhahahaahahaaa…..
jadi sore itu kerjasama kita terlahir pada saat yang tepat(kepepet)..
Sebagai mata kuliah pamungkas,mungkin pelajaran ini yang saya 'buta'dalam arti,gak ada pegangan sama sekali..(berharap.mudah-mudahan dosen saya,gak baca)
jangankan buku cetak,modul,bahkan fotokopinya pun saya tak punya..jadi waktu berangkat kuliah.saya hanya bermodalkan nekad,dan pokoknya hadir.masalah bisa atau tidaknya menjawab,itu urusan belakangan..
Diteras kampus,lagi asyik ngobrol.gak karu-karuan sama gank picik..
(picik 1,picik 2,picik 3,dan picik-picik yang lain yuk capcus)..
Entah dari mana asalnya,tiba-tiba selembar soal UTS mata kuliah hari ini, sudah ada ditangan teman cewek saya.untuk membuktikan keasliannya,gak perlu harus diadakan sumpah pocong buat teman saya,di kop kertas itu tertulis dengan jelas nama dosen dan cap kampus yang menunjukkan legalitas.dan dari gaya soalnya,sudah bisa dipastikan ini datang dari sumber yang terpercaya.dan bukan abal-abal..
Mantap..
Seketika suasana menjadi heboh.(lebih tepatnya saya yang paling heboh).sebagian mulai berlomba membuat konsep.lebìh tepatnya lagi contekan..mencocokkan Pertanyaan dengan jawaban yang ada dari setiap fotokopy Dan KUHP itu butuh perjuangan yang keras pula,apalagi dengan jawaban-jawaban yang gak pendek.segala cara harus digunakan mulai dari yang nulis sambil nungging,tarik-tarikan fotokopian dengan alasan dipelajari,padahal niatnya pengen ngekonsep,ada juga,yang biar lebih cepat dan malas nulis,setiap lembar fotokopian itu difoto.semua sibuk bahu membahu mencari jawaban yang paling benar.sambil berbagi tugas..
5 nomer,berhasil di 'kerjakan' dengan mulus.saatnya berhadapan dengan si last Question.
'buatlah surat kuasa.sebagai penasehat hukum dalam pemeriksaan di tingkat penyidikan  (di kepolisian resort kabupaten sidoarjo)’
Asseem.surat kuasa..semua buta.panik seketika.bingung.
surat kuasa,mungkin bukan hal yang baru buat kita.sudah banyak contoh salinan surat kuasa yang kita peroleh.dari para dosen.baik perdata maupun pidana.tapi dalam keadaan yang mendesak kayak gini.ya gak mungkin ada bawa.gak ada yang memprediksi.kalo akan keluar pertanyaan seperti ini.
Ditengah-tengah kebingungan panic at the disco.si sulis ngomong,kalo dia punya satu contoh,hasil browsing dari internet,yang sengaja di print out.
Oke...mantap..udah ada solusinya..
Tapi begitu liat.selembaran surat kuasa full kertas.itu semangat yang tadinya menggebuh-gebuh melorot dengan sendirinya.
Lah ini gimana ceritanya,masa selembar penuh ini harus dicontek dalam waktu yang sesingkat ini.
Lagian ntar,pasti disalin ulang dilembar jawaban.
itu sama saja,buang-buang waktu,buang-buang tenaga,dan yang pasti buang-buang tinta?.
Akhirnya dari musyawarah dadakan,keputusannya Adalah difotokopy.pokoknya disesuaikan dengan seberapa banyak yang hadir.
Tanpa babibu.ditemani rudi.kita merapat ke fotokopy langganan.
Balik-balik,ujianpun telah dimulai.
Pertama-tama masuk kelas,yang ditemukan bukan suasana kelas ujian pada umumnya,tapi segerombol mahasiswa yang sedang kerja kelompok..ini gimana sampe kayak gini posisinya..cukup kaget,tapi ikutan gabung..
Kalo kondisi seperti ini,sudah pasti yang mengawasi,bukan dosennya langsung.
Emang yang ngawas sapa woi?
Pak lek(bukan nama sebenarnya).
Kata salah satu dari mereka.
Oh ya.okelah kalo gitu.
pak lek adalah salah satu dosen dari fakultas lain,yang sekalian menjabat juga sebagai staf kepegawaian. Dan berbicara mengenai kepegawaian.beberapa staf yang ada disana,sudah mencap kami anak-anak hukum semester 5,adalah sekelompok mahasiswa,yang patut dijauhi,atau lebih tepatnya meminimalisir interaksi dengan kelompok mahasiswa itu..apalagi setiap kali masuk kelas kami, yang didominasi para lelaki sudah pasti yang ditemukan adalah asap rokok yang berterbangan dimana-mana,,gak ada yang mau negur,,karena percuma saja,,yang ada pasti makan hati sendiri…dan mungkin hanya dikelas kami saja,disaat dosen lagi ngajar,,diperbolehkan untuk merokok,,entahlah,,tapi ini salah satu contoh yang tidak patut untuk  ditiru…
Jadi ketika mereka ditugaskan oleh dosen untuk ngawasi kita,mereka akan datang,,bagikan soal,,ngisi daftar absent,,pergi,, dan kemudian tiba-tiba muncul sambil ngomong,waktu tinggal sepuluh menit lagi.
Mereka memang keren.
Balik lagi ke suasana ujian,,semua tampak sibuk dimana-mana,,,sibuk dengan setiap konsep yang sudah  ada,,fotokopi yang minimalis menjadi rebutan yang kompak,,bentuknya pun sudah gak karu-karuan…awalnya dijepret manis,,setelah berurusan dengan ujian kali ini,,kertasnya berserakan dimana-mana..pokoknya sesuai dengan kebutuhan nomer ujiannnya,,saling gantian berbagi jawaban,,terus berusaha berkejaran dengan waktu yang singkat itu,,,,
Semua boleh saling berbagi lembar jawaban tapi gak boleh nanya,,ikuti saja jawaban yang ada,,terserah ngerti apa gak,,boleh nanya tapi cuman sekali,,jika diulangi pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya,,sudah pasti kamu di misu-misu,,dimarahi,,dan didiamin,,,,usaha sendiri tepatnya….tapi tidak setega itu teman-teman kampus saya,,meskipun gak senang meskipun marah karena ketenangan dan konsentrasinya diganggu tapi malam itu tidak saya temukan..semuanya kompak kerjasama….saling tolong menolong  satu dengan yang lain…..
Disinilah  baru saya temukan bahwa, ternyata kelas kami yang dipenuhi manusia-manusia egois ini masih bisa juga di ajak kerja sama..mantap guys,,
Ujian terakhir kita berakhir dengan manis,,,semua ditutup dengan kekompakan dari kita untuk menurunkan sedikit sikap mementingkan diri sendiri…dipertahankan ya guys….
Setelah akhir ujian..si endut langsung ngeposting curahan hatinya tentang kita,,dan inilah isi curhat itu’
jadikan teman kampus mu kayak keluarga mu,. jangan jadikan teman kampus mu bahan kepicikan mu,.
sehap (picik) itu harus dimusnakan dari kehidupan ini...

slamat tinggal orang picik,. kami mendoakan mu biar tenang di sama selamanx....

agak bingung dengan kata picik yang dia gunakan…emang siap lagi sang pencetus kepicikan itu..hahahahaaaa…
ya sudahlah gak usah dibahas lagi…pokoknya keep kompak ya guys…
salam KMIHY(agak susah ejanya)….

The end

Rookie arnold’s pamit

Rabu, 14 November 2012

ranuyoso-lumajang dan kejutan yang gak lucu itu...part 1.







Saat bongkar-bangkir arsip blog saya,ada fakta lain yang saya temukan,saya merasa,sepertinya ada yang kurang.tapi bingung.apaan yang kurang...perasaan, semua kisah klasik untuk masa depan sudah saya abadikan dalam tulisan-tulisan 'keren'ini.
putar otak..bingung-bingung dikit.tambahin bumbu galau,dan ikutin sarannya mbak veny rose,ayo semuanya yang dirumah ikutan senam.kalau nonton aja gak sehat..akhirnya saya menemukan akar pangkat dari KURANG yang saya maksud.
Kata bang iwan, yang sempat terlupakan.bagian dari petualangan hidup yang tidak pernah jauh dari konyol,aneh,unik,koplak,kurang ajar,kelebìhan diajar,de,es,be.
Yaahhh,Kisah backpaker itu yang menjadikan saya hampir bongkar dalam luapan emosi level international.
Saya,aris dan fery (personil tetap)
Dengan kisah petualangan kita disana sebuah daerah yang searah dengan kota jember, ranuyoso-lumajang.
Ranuyoso yang saya maksud,bukanlah ranuyoso abal-abal,seperti yang pernah saya tulis di blog sebelumnya(baca,mimpi itu adalah semeru..part dua.)
Ranuyoso yang ini adalah the real ranuyoso.kampung halamannya si fery,sebuah daerah yang termasuk dalam wilayah kabupaten lumajang(baca mimpi itu adalah semeru part satu)yang nyaris terlewatkan,..
Tapi sebelumnya saya mo minta maaf dulu sama si tuan rumah,karena keasikkan mewarnai hidup saya,akhirnya cerita yang satu ini jadi telat.
So shake my hand,and accept my apologize. @FeryPNova and @arisW5 (jangan lupa di follow ea k4kaaa..


Seperti biasa,liburan sehari itu, sejuta kebebasaannya,tentu saja buat saya dan bro Aris.
Seminggu sebelum liburan itu tiba,kita berdua(lebih tepatnya,big plannya si aris) sudah mengatur rencana,mau kemana kali ini.
Dengan segala kenikmatan dan keindahan yang dia tawarkan.saya yang awalnya sedikit malas-malasan untuk keluar.akhirnya iya-iya juga.
Gak usah dijelasin rencananya mau kemana,pokoknya kita berdua udah deal, dan siap untuk berangkat.
Seminggu kemudian,kalo gak salah hari rabu malam.saya disms fery,


rok entar minggu ke ranuyoso yuk bareng aris..karena lagi sibuk dengerin ceramahnya si dosen.saya tidak begitu perhatian dengan smsnya fery,tapi intinya saya sempat membalasnya,dan bilang, coba dia ngomong dulu sama si aris, gimana?jadi apa kagak?dan jawaban fery selanjutnya;
udah ko,dia mau..sekarang aja lagi smsan sama aku.
Oh ya udah kalo gitu.saya ikutan aja,walau dalam hati,sedikit ada teriakkan'kayaknya kita gak ada planning ke ranuyoso deh.
Tapi ya sudahlah,mengingat si fery yang tiap kali harus maen kesini,akhirnya kita yang akan kesana,sekaligus menebus kesalahan saya,waktu ke semeru akhir juni kemarin gak sempat mampir ke rumahnya..


Ranuyoso deal - tost.kami datang.
Kamis sore,sehari setelahnya.saya sempatkan sms si aris,tanyain kebenaran dan kepastian liburan kita ke ranuyoso.tapi kalian tahu pemirsa,jawaban si aris malah membingungkan..saya ditanya balik,emang benar mau kesana?emang kamu yakin?yang bilang mau liburan ke ranuyoso siapa?
Lah,kemarin katanya si fery,kalian udah deal.kenapa sekarang,tanya lagi ke aku?repot.
Dan disitulah sempat timbul konflik antara saya dan aris.
Debat Kusir via esmes tepatnya.saling ngotot-ngototan.adu pendapat,adu argument,adu domba,adu ayam,adu kuda,tapi gak sampe adu fisik(udah gak zaman bos).dan semua masih tetap lewat short message service.


dan akhirnya timbul kesepakatan antara kami berdua. Lupakan planing-planing indah sebelumnya dan kita berangkat ke ranuyoso(semuanya demi kamu fer,).dengan jadwal keberangkatan,karena saya masih harus kerja,jadi si aris berangkat duluan jam 3 sore,dan saya menyusulnya jam 7 malam.dan itulah obrolan terakhir saya dan aris,kemudian lost contact hingga hari keberangkatan tiba..

Sabtu sore.
Masih ditempat kerja,dan si fery sms.
Fery ; Rok,entar berangkat,sekalian bawa tenda dan sleeping bedmu ya aku pinjem.
Saya ; Ngapain bawa mereka?kate nang endi awakmu(mau kemana kamu)
Fery ; Ke semeru..
Saya :kapan iku..ngomong ambe aris sek tendanya.(ngomong dulu ke aris tentang tenda)
Fery: udah aku omongin sama aris,tapi anaknya udah di tol.
Saya ; ya udah...tapi bentar pergi,aku mesti bercarrier gitu.hadeeh ngerepotin aja jo.
Fery:ya pastilah bercarrier.ginilah namanya teman,hobynya suka ngeropotin...hahaha.
Setengah delapan malam,saya beranjak meninggalkan kost-kostan..dan bungurasih selalu menjadi tempat awal petualangan itu dimulai.
Kalo dliat dari deretan bis yang ada,mungkin harus nunggu sampe nenek-nenek berubah jadi gadis,baru ditemui tulisan ranuyoso dipapan treknya.,jadi bis yang tepat dan hanya itu satu-satu adalah;
rute Surabaya-lumajang-jember.
Kalo mau dibilang,saya penumpang pertama dari bis yang saya tumpangi. Otomatis banyak pilihan bangku kosong, yang bisa saya tempati sesuka hati.tapi kenapa saya lebih memilih deretan bangku panjang yang ada dibelakang bis,pertama,mungkin udah kebiasaan kemana-mana bareng anak-anak,disinilah tempat favorit kita,yang kedua,biar saya selalu dekat sama om kenek,dan gak susah buat berbagi informasi(takut nyasar diceritakan).
Semakin lama,penumpang yang naik,sudah semakin banyak.deretan bangku-bangku yang ada didepan dan ditengah udah penuh merapat.bahkan sampai ada yang ngegandol,dan 'teman-teman' sebangku dengan saya,adalah para pekerja bangunan yang setiap weekend,selalu lepas dinas dan pulang kampung.mereka cukup banyak,hampir 8 orang.jadi bisa dibayanginkan.betapa kita heboh dengan saling himpit-menghimpit..dan saya berada dibagian paling ujung pintu belakang.
Top markotop.


Setengah jam si bis ngetim akhirnya berangkat juga,,sang kenek dengan ‘ramahnya’deketin saya;
Mas sampean pindah kebelakang aja..
Pindah kebelakang mana pak,,perasaan ini sudah yang dipaling belakang,,
Disanalah loh mas,,(sambil tangannya nunjukkin bagasi yang ada dibelakang)
Loh kenapa harus kesana,,masa saya harus berdesak-desakkan dengan tas-tas itu(walaupun gak seberapa)..
Ya sampean pindah aja,,pintu ini rusak,gak bisa ditutup,jadi saya duduk disini sambil ngejagain pintunya…
Waduuh ini yang benar saja,,saya coba memutar pandangan dan melihat apakah masih ada bangku yang kosong,,tapi hasilnya nihil…
Ya sudah dengan berat hati dan berat beban hidup,,saya pun pindah kebelakang dan dibuat asiik saja (maksa)..
Kejutan pertama yang tidak lucu itu muncul juga,,,seumur-umur selama numpang bis ,ini yang pertama kalinya saya harus diterlantarkan seperti ini..beban itu bertambah berat saat saya sadar bahwa,saya lupa minum obat peredah mabuk perjalanan…
hampir sempurna….
Perlahan bis mulai meninggalkan bungurasih,,dan tiba-tiba suasana didalam bis berubah menjadi kereta api jaman dulu yang asapnya melayang kemana-mana,,’teman-teman’saya yang hampir delapan orang ini,semuanya mulai mengepulkan asap dari rokoknya masing-masing….
luar biasa perjalanan kali ini,,saya yang selalu menikmati perjalanan malam hari dengan bis,,kali ini harus’bangga’ dengan bis yang sebagiannya adalah sepur…ventilasi udara yang adapun sepertinya tidak sanggup melawan kepulan asap yang menyerang dari berbagai sudut..saya hanya bisa membathin,,kalo merokok ya pake aturannya juga,,masa dengan keadaan seperti ini,masih sempat-sempatnya mereka merokok…kasian banget kan penumpang yang lain..apalagi saya(alibi)…saya coba menikmati perjalanan ini,,beberapa penumpang yang duduk didepan sesekali menoleh kebelakang,,ketawa sambil nutupin mulutpun sudah tidak saya hiraukan…pokoknya enjoy this moment,,toh bukan cuman saya seorangkan,,kita bertiga disini,,dan kalo mau malu,,ya malu bareng-bareng..dan mencegah unutk tidak mati gaya akut,,
headset always on..mp3 play on…
berangkat….


Sesuai sarannya si fery,,ntar turunnya di ranuyoso,,ngomong saja sama keneknya turun dilapangan..mengikuti si fery,saat pembayaran karcis bis,,saya coba tanyakan sama si kenek…dan dia seperti kebingungan..
Ranuyoso…….lapangan………..ooohhhh yang ada pameran itu ya….
Ya saya juga gak tau mas,makanya saya Tanya,,,
Dia pun berlalu tanpa sepatah kata,,dan menimbulkan banyak pertanyaan dibenak saya…
Mudah-mudahan saya gak salah,dan gak nyasar,,dan tetap berpikir positif,bahwa lapangan yang ada pameran itu, memang benar lokasinya..

Meninggalkan sidoarjo,,,masuk ke porong lewatin pasuruan,,saya masih sibuk dengan keresahan akan rute yang sebenarnya…smsan dengan si fery,semuanya dilakukan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya dan penjelasan yang super irit,saya coba memahami,bahwa sebagai mahasiswa ekonomi,prinsip untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya,dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya,wajib dijunjung tinggi…tapi saya rasa untuk kali ini dia salah menerapkan prinsip itu…
Saya pun harus hiperaktif dan 'berasyik masyuk' sama si mas kenek,,,
Saya ; mas saya bentar turunnya di ranuyoso ya pokoknya dekat lapangan..
Si mas kenek ; iya tenang mas masih jauh ko,,entar sudah sampe saya kasih tau..
Saya ; maturnuwun yo mas…saya memang gak tau lokasinya..
15 menit berlalu…………..
Saya ; mas jangan lupa ya saya di ranuyoso dekat lapangan..
Mas kenek ;iya mas udah tau,,ntar saya kasih tau,,masih jauh kok(dengan nada suara yang sedikit lebih tinggi)…
Berulang kali saya mewanti-wanti si kenek,,dan berulang kali juga saya mendapatkan jawaban yang sama,,bahkan dengan nada yang semakin tinggi ,semakin tinggi dan untuk dikembalikan lagi harus diulur pelan-pelan..hahaha..
Tapi meskipun dia terlihat semakin tidak bersahabat,,tapi cukup dengan suara saja,,gak ada aksi lemparin saya keluar dari bis dengan cara yang tidak sopan..thanks om kenek…



2jam perjalanan akhirnya tiba juga di terminal bis berikutnya..di probolinggo tepatnya..kali ini saya memilih untuk turun dari singgasana dan bergabung dengan yang lain di kursi penumpang yang lebih layak…..otomatis nempel ketat sama si kenek….
Karena semua penumpang yang ada memiliki tujuan yang sama ke lumajang dan jembar,,jadi otomatis aktifitas,naik dan turun penumpang pun sudah berkurang,,dan kesempatan ini tidak disia-siakan sama si kenek buat tidur…
Waduuuhhh dia molor..semakin bertambahlah keresahan hati saya..otak saya berpikir keras,, mencari cara,gimana supaya si kenek tetap terjaga,,,duduk gak tenang,gesek-gesek bokong di kursi,,dengan maksud biar si kenek gak bisa tenang,,nyetelin musik lewat hape dengan suara yang ala kadarnya,,sampe ikuta-iktuan nyanyi gak jelas,,pokoknya harus rame,,harus heboh dan si kenek harus tetap stay tune….
15 menit berlalu si fery sms lagi..
Rok wes tekan endi,,,,ehh pie aris,,nang endi arek,e,bareng awakmu ta?(rok udah myampe mana.gimana aris bareng kamu ya)
Ak wes tekan probolinggo iki…(ngejawab sambil tidak merespon pertanyaan tentang si aris)…
Trus aris e nang ndi iki..ta sms ko gak dibalas..gak bareng awakmu ta(trus arisnya mana,,aku sms ko gak dibalas,gak bareng kamu)
Pertanyaan kedua ini harus saya balas walau malas…
Gak…emang arek,e belum sampe..tadi sore kamu sms katanya dia udah di tol gimana sih???
Belum sampe,,iya memang tadi katanya udah di tol tapi gak tau kemana??dan sampe sekarang belum sampe??
Dalam hati saya cuman bisa ketawa…trik kalian berdua itu udah saya hapal luar kepala kisanak,,jadi gak usah coba-coba,,main petak umpat sama saya..gak bakalan tergoda saya….hahahaaaa
Rok pie..aris e nang endi,,,kamu coba sms apa telpon sek arek,e..
Gak ada yowes gak usah…sore tadi aku sms juga gak dibalas…dan sudah gak usah diganggu lagi….aku lagi menderita dengan mabuk perjalanan,,
Selesai…..
Perjalanan dengan bis yang hampir tiga jam itu akhirnya tibalah juga saya di ranuyoso,,tepatnya dilapangan yang dimaksud…


Turun dari bis,,kesan pertama dari keadaan sekitarnya…sunyi ,sepi,,diam..gak ada tanda-tanda kehidupan…si fery yang saya sms,5 menit sebelum turun dari bis,,belum juga nongol batang hidungnya..sedikit timbul kekuatiran dan rasa parno disitu…
Liat kiri,liat kanan gak nampak manusianya..perlahan-lahan dinginnya ranuyosopun semakin merasuki tubuh saya….
Hampir 15 menit berlalu dan pertolongan itu muncul juga,,dari kejauhan tampak sesosok manusia mengendap-endap ditengah kegelapan malam,,dari gerak-geriknya sudah saya tahu,,siapa dia…
dengan lambaian tangan,,,(gak pake teriak)..saya berlari meraih sang penolong itu..(ora penting,,hahahha)…
Pertemuan pertama gak ada lepas kangen,,gak ada jabat tangan penuh keakraban,,dan gak basa-basi..saya langsung disambut dengan ceramah tengah malam,,
gak pake permisi,,,
Kenapa turunnya disana,,
kenapa jauh banget,,
kenapa gak di bangunan-bangunan putih itu,,,,
saya hanya bisa mengekori dia dari belakang dalam diam,malas ngebantah,lagian yang bego siapa sihhh..saya kan orang baru,,ini juga penampilan perdana saya disini,,emang saya tahu harus turunnya disitu,,,lagian siapa  juga yang berani tengah malam,berdiri diantara gedung-gedung kosong nan mencekam itu seorang diri,,pake otak ke kalo omong,,,,hahahahaa
tidak jauh jarak rumah si fery dari jalan utama,,sampai disana saya langsung disambut dengan ramah oleh ayahnya si fery,,,,saya dan ayahnya fery mulai terlibat dengan obrongan santai di awal perkenalan,,tidak lupa sesekali saya mencur-curi pandang menoleh kearah sandal-sandal yang berjejer dipintu,,jangan-jangan sandalnya si aris juga ikutan nongrong disitu,,tapi hasilnya gak ada..saya coba mengendus-endus(naluri kebinatangan)baunya si aris, tapi hasilnya juga sama saja, nihil…OKE...
obrolan saya dan ayahnya si fery pun semakin ramai,,banyak hal yang kita bicarakan,,mulai dari keadaan ranuyoso,,turunnya yang harus dilapangan,sampe kerja dan kuliah saya di Surabaya….dan si fery hanya ikutan nimbrung sambil sibuk dengan hapenya….


Fer,,handphoneku di cash sek..
ferypun dengan sigap ngambil hape saya dan di cash,,tapi sedikit timbul pembuletan saat dia bingung harus ngecashnya dimana (indikasi pertama)..
disana loh fer dikamar depan..ayahnya feri menyarankan..
gak di belakang aja..si fery beralasan..dan saya tetap senyum-senyum lugu,,,dbegoin…
pertanyaan kedua,,,fer ini barang-barangku disimpan dimana,,
tenda dan sleeping bed sudah saya keluarkan dan berserakan dimana-mana..(indikasi kedua)..
entar dikamar belakang…
pertanyaan ketiga,,fer aku mandi sek,,belum mandi aku dari tadi…
si fery kembali dengan sigap nyiapin kamar mandi dan segala peralatannya,,
dan saya kembali lanjutkan ngobrol santai dengan ayahnya..
kelar mandi,,masih diruang tamu saya dan fery mulai terlibat dalam obrolan serius,,,ayahnya si fery sudah pergi meninggalkan  kita berdua..
saya ; bener fer, arisnya gak ada…
fery ; gak ada,,makanya kamu ta Tanya,bareng aris apa gak,,soalnya waktu aku sms dan telpon gak ada jawabannya..(dengan wajah tanpa dosa)…
dalam hati saya sudah semakin panas,,apalagi mengingat kembali konflik antara kami berdua beberapa hari yang lalu…
saya ; awakmu buka,an hapeku ,,liat gimana aku smsan sama dia,,trus liat jawaban dia gimana??
Fery ; emang jawabannya gimana,,(si fery coba menginterogasi saya)..
Saya ; kamu buka dan baca saja sendiri,,aku malas menjelaskan (dengan kadar emosi yang sudah diatas rata-rata..jancook arek iki)..
Si fery masih tetap tampak polos dengan pertanyaan-pertanyaan menjebak itu..(sumpah guys,jika ingat lagi,,kayaknya aku emosi banget..hahahaha)


Pandangan saya kemudian beralih pada kamar di depan yang bersampingan dengan duduknya saya..gelap tapi sedikit mencurigakan…
Saya ; loh fer,kamar depan ada orangnya ya??kamar yang dimaksud ayahnya si fery buat ngecash hape..
Fery ; iyo.. iku ono masku lagi tidur…
Saya ; loh kenapa pintunya gak ditutup..????(masih dengan begonya)..
Fery ; oohhh gapapa..biasa juga kayak gitu..
Saya ;ooohh gitu ta..yowes…
Si fery kembali dengan strategis ngerjain saya dengan pertanyaan-pertanyaan gak penting itu tentang si aris…saya yang kadung  emosi,,mulai mencak-mencak si aris dengan segala uneg-uneg yang sudah gak bisa di tahan..si fery tampak serius mendengarkan aksi saya,,sambil pasang wajah sok serius…anjriiit…anjriittttttt………
Ditengah berkoar-koarnya saya dimalam itu,,dari kamar depan ada yang ikutan  nimbrung..
Curcoll…curcoll.curcolll……
Otomatis saya kaget…
Loh fer masmu ngiggau ya,,ko teriak-teriak..
Sebelum si fery sempat menjawab,,dari kamar depan muncul,,manusia bajingan,,gak tau diri itu…si aris muncul dengan ketawa-ketawa ngakak penuh kepuasaan..sambil lari-lari gak jelas,,begitupun dengan si fery,,,mereka kompak berwkwkwkwkwkwkwkwkwwwwkwkwkwkwwwkkkk..dengan riang gembira….
sumpah saya kehabisan gaya,,saya mati gaya,,saya mati kutu,,gak bisa ngapa-ngapain dan gak tau harus ngapain….gak tau waktu itu ekspresi wajah saya seperti apa,,tapi yang jelas bingung menghadapi moment seperti ini,,pengen marah tapi kayaknya udah gak ada energi buat marah,,pengen ikutan ketawa,,tapi sama saja dengan ketawain kebegoan saya…
huuuuffffffttttt…asli 100% saya tolol…jika seandainya,waktu itu siang hari,,mungkin saya langsung balik Surabaya,,persetan dengan mereka berdua,,dan persetan dengan backpacker-backpackeran…saya sudah kadung gaktau mau ngapain…..
dengan satu gerakan cepat,,saya langsung meringsek kedalam kamar,,liatin si aris yang masih sibuk berhahahahihihhii saya jambak tanpa ampun..
sumpah 20- 0 kosong tanpa balas…
tak habis-habisnya saya,menyesali kebegoan saya,,ko bisa ketipu ya,,,padahal ini permainan cemen,,sebenarnya dari awal saya sudah tidak percaya,,tapi ketika ngobrol santai dengan ayahnya si fery hampir 30 menit itu,,gak sedikitpun,beliau menyinggung-nyinggung tentang si aris…saya sempat berpikir,,apakah ada konspirasi,antara fery, ayahnya, dan aris…..entahlah sayapun gak tau dan gak mau tau..sudahlah sudah berlalu….
luar biasa ya mereka….keren….. berhasil mengerjai saya dengan cara yang bersih…kejutan yang gak penting itu berjalan mulus,,lus..lus..lus…preetttttt…



saya pun tidak ada niat untuk lanjutkan obrolan lagi malam ini…mending tidur..liat tampang mereka berdua saja,,mimpi buruk itu sudah muncul duluan…dikamar,dengan sisa-sisa emosi yang masih ada,,si aris masih sibuk dengan segala cerita antah-berantahnya,,memaksa saya untuk mendengarkan cerita yang saya sudah tahu alurnya….
Tapi saya tetap baik hati meresponnya dengan..
Huumbbb,,,
iyo,,,
masa..…
bener,,
yowes,,,
Im gone….

To be continue…

10 november dengan semangat gerak jalannya




10 november adalah hari pahlawan,dan surabaya adalah kota pahlawan.
Kerenkan?bisa hidup ditengah-tengah kota yang memiliki sejarah panjang akan perjuangan pahlawan kita merebut kemerdekaan..orang bule menyebutnya,city of heroes..
Berbicara mengenai 10 november sebagai hari pahlawan dan surabaya adalah kota pahlawan.,untuk memperingatinya,setiap tahun selalu diadakan kegiatan rutin,dan sepertinya harus dilakukan,kegiatan tersebut adalah lomba gerak jalan mojokerto-surabaya,.sekilas tentang rute ini, seperti napak tilas dari perjuangan kemerdekaan untuk mempertahankan sektor barat,oleh karena itu,kurang avdol,kalo setiap tanggal 10 november,surabaya tanpa gerak jalan perjuangan mojokerto-surabaya.


Sama seperti tahun ini,lomba gerak jalanpun diadakan..banyak yang ajakin saya buat ikutan,dan sebenarnya sayapun juga ingin ikutan.tapi setelah menimbang,menela,ah dan memperhitungkan faktor fisik,akhirnya dengan berat hati,saya memilih untuk tidak berpartisipasi,bukannya apa-apa,untuk menyelesaikan rute sejauh 55 km itu perlu dukungan stamina dan kondisi tubuh yang fit,sebenarnya bisa juga ikutan.cukup ikutan jalan sebentar saja,setelah itu langsung pulang numpang sepeda motor,atau kendaran umum,maka selesaikan perkaranya.?gak perlu pake capek segala.dan sudah banyak contohnya,tapi menurut saya,sekalian saja gak usah ikutan dari pada mau capek tapi setengah-setengah.nanggung.
Lagian cuman disuruh rayakan kemerdekaan saja,pake gak niat.hahaha..


Jadi sama seperti saya, untuk ikutan merayakan event kolosal ini,Saya turut memeriahkannya hanya sebagai penonton.tapi penonton yang pake hati,bukan penonton yang acakadut..dan inilah penampilan perdana saya sebagai penonton.
So Check this one out,
Malam minggu kali ini terasa berbeda,suasana dikost-kostan sedikit lebih sunyi dari biasanya..beberapa tetangga yang sempat saya temui dikos-kostan,dan nanya, ko sepi?
Langsung ngejawabnya dengan tarian diiringi lagu bang haji.hidup tanpa cinta,bagai taman tak berbunga,hey begitulah kata pujangga.hey begitulah kata pujangga.(yang ini gak benar).kata mereka,penghuni yang lain pada nonton gerak jalan.ya sudah.setelah berganti seragam,dengan gaya yang lebih trendy,saya meninggalkan kesepian kost-kostan dan merapat ke keramaian kota 
#mantap.


Tujuan saya adalah ke rumah salah satu teman saya,buat nitipin sepeda,biar lebih aman saja,waktu keramaian itu mulai tak terkendali.keadaan arus lalu lintas disepanjang jalan raya sepanjang(nama jalan).tampak luarrr biasaaa ramenya.kendaraan yang lalu-lalang dengan akses yang sangat minim,menimbulkan teriakkan klakson,dimana-mana.bukan itu saja, semua warga disekitar daerah sini pada turun kejalan.ratusan sampe ribuan manusia,tumpang tindih memenuhi badan jalan,bahkan ada yang sampe gelar tikar disepanjang pinggir jalan yang rame itu,cukup sulit bagi saya untuk menembus barikade polisi yang super sibuk dengan pluit di mulutnya..arus lalulintas yang biasanya padat merayap,malam disekitar jam delapan itu,berubah menjadi padat mandek.akibatnya timbul pembuletan dimana-mana,, Lalulintas diarahkan ke rute yang lebih memutar.contohnya,tujuan saya cuman ke malang,tapi harus lewati lumajang,trus kediri,jombang,baru akhirnya sampe ke malang.atau contoh lainnya,,lagi jatuh hati sama si A.tapi mesti mampir dulu ke hati si B,hati si C hati si D,baru nyantol di hati si A.hahaha.(jangan ditiru ya adik-adik).


Akhirnya setelah melewati perjuangan yang berat,akhirnya sampe juga,ditujuan dengan selamat sentosa.
Ditawarin makan sama ibunya teman saya,(untuk ukuran anak kost-kostan,pantangan buat menolaknya)sayapun merapat ke pinggiran jalan umum.hampir jam sembilan malam dan keadaan semakin tidak terkendali,desak-desakkan dengan kubu ibu-ibu,kubu anak-anak,bapak-bapak,dan para pasangan muda-mudi yang lagi nangkring diatas sepeda motornya.saya coba mencari daerah yang strategis.tapi tetap saja gak ada.semuanya telah dibooking oleh mereka.ya udah ikutan gabung.
Dari informasi yang saya dengar, rombongan sepeda ontel udah pada lewat,hampir 15 menit yang lalu,dan katanya tampang mereka bervariatif mulai dari dandanan sampe kostum yang dipake.cukup kecewa mendengarkan yang satu ini.


Kembali melongok ke arah jalan besar.mulai tampak,para peserta mulai banyak bermunculan,dan teriakan para warga yang menyambut merekapun semakin heboh..tampang-tampang kelelahan itu,terlihat jelas,dari wajah-wajah yang penuh dengan peluh.tapi semangat mereka layak di berikan jempol..meskipun beberapa tampak terseok-seok menyeret kakinya,efek dari lecet akibat gesekan kulit kaki dan sepatu..tapi senyum semangat itu masih tersisa Dan masih ada. 
#mantap.


Hari semakin malam dan keadaan bertambah rame rombongan pesertapun mulai banyak bermunculan,dari sini baru saya lihat,bahwa peserta lomba gerak jalan ini,datang dari latar belakang yang berbeda, status sosial yang berbeda,profesi yang berbeda,usia yang berbeda,dan yang pasti jenis kelamin yang berbeda,semuanya bahu membahu bersama-sama memeriahkan hari pahlawan ini.dan sang merah putihpun berkibar diantara yel-yel yang membakar semangat malam itu…kerennn...
Kostum-kostum yang mereka gunakanpun gak kalah heboh dan nyeleneh..katanya salah satu penilaian juri adalah dari kostum yang digunakan,maka gak heran sebagian untuk memaknai hari pahlawan ini menggunakan kostum pahlawan,batik,seragam sekolah.(meskipun para cowok kebanyakan pake rok),dan yang lebih parah, muncul waria dimana-mana.bahkan ada yang gak sungkan-sungkan,tampil berswimsuit doang..hahaha.


Bukan itu saja,para 'setan' dari dunia gaib pun ikutan eksis,mulai dari pocong,malaikat penjabut nyawa dengan sayap merahnya sampe kuntilanak yang berdarah-darah ikutan gabung.sampe-sampe semakluk pocong yang keliatan capek banget,numpang duduk disamping kami sambil sibuk smsan.hahaha.emang didunia lain sana, pake hape juga sekarang, udah pada up to date ya semuanya.saya sempat berpikir,,kenapa suster ngesotnya gak ikutan???..bisa dibayangin gimana kalo dia hadir,sepanjang 55km itu dia harus ngesot tralalala….
Hahahaha.
Keren banget liat peserta-peserta yang kreatif kayak gini..
#100% indonesia


Malam semakin larut dan,keramaian ini belum terlihat surut.wajah-wajah kelelahan yang datang dan pergi semakin mengingatkan saya bahwa,yang ini belum seberapa,jika dibandingkan dengan perjuangan pahlawan-pahlawan kita,para arek-arek suroboyo dulu.dan tidak salahnya jika setiap tahun,kita mengisi kemerdekaan ini dengan ikut serta dalam gerak jalan Mojokerto-surabaya.selain merayakannya,sekaligus napak tilasan perjuangan para arek-arek suroboyo dahulu kala..
Sedikit penyelasan bagi saya,karena gak bisa ikutan.tapi saya berharap dan bertekad,jika kesempatan itu masih ada,tahun depan saya pasti ikutan.
Dari lubuk hati yang paling dalam,saya ucapkan selamat hari pahlawan.
merdeka...
the end

Rookie Arnold's pamit.

Minggu, 28 Oktober 2012

Sok Hok Gie dan Sondang Hutagalung dalam benak saya...


Sore itu,setelah selesaikan novel Sok Hok Gie.(hasil rampasan dari si fery).banyak hal yang menggantung dibenak saya.Perasaan senang,  kagum, terpukau, bahagia, marah, sedih, kecewa semuanya bercampur menjadi satu. entahlah, luapan emosi sesaat atau efek dari alur novel yang secara gak langsung membentuk perasaan-perasaan itu..

Sok hok gie seorang pemuda yang lahir pada 17 desember di tahun 1942.. dan diusianya yang hampir memasuki angka 27 tahun(kurang sehari),harus pergi untuk selamanya bersama teman atau ‘adik’ sesama pecinta alam Idhan Dhanvantari Lubis dipuncak tertinggi pulau jawa..
ya..di puncak gunung semeru...mahameru..
Banyak pelajaran yang saya dapati dari senior kita ini, sebagai tokoh yang hidup pada zaman orde lama,dia tampil menjadi sosok pemuda yang idealis dan berbeda. vokal dalam menyuarakan keadilan, berani, apa adanya, independen (walau kadang gamang), kritis terhadap kebijakan aparatur negara yang lebih mengutamakan kekuasaan dari pada kesejahteraan rakyat, sekaligus takut jika suatu saat nanti diculik dibuat cacat,sehingga ia tak berdaya dan menjadi beban sahabat dan keluarganya..tulisan-tulisan yang dia buat dalam bentuk artikel banyak mendapatkan tempat di beberapa koran ternama ibukota.sebagai mahasiswa sastra,Gie selalu pandai memainkan bahasa dengan pemikiran yang gak sama.sebagai pemuda yang berusia 26 tahun.pengetahuan dan cara kerja otaknya bagi saya jauh diatas rata-rata pemuda seusianya.
Itulah sok hok gie.dia tidak berjuang sendiri,tapi dialah pelopor. aksi demo besar-besaran di depan gedung DPR. membentuk organisasi-organisasi mahasiswa,sebagai wadah aspirasi kaum muda yang berjiwa pejuang. jadi,gak salah kalo nama dan sosok sok hok gie begitu akrab dan terkenal dikalangan pejabat pemerintah. bahkan pejabat sekelas menteri,seperti soemitro djojohadikusumo yang saat itu menjabat sebagai menteri perdagangan dan frans seda selaku menteri perhubungan adalah karibnya Gie.
Selama ini yang saya tahu tentang hok gie, hanyalah seorang pemuda keturunan chines(dari namanya sudah jelas),seorang aktifis kampus yang sangat mencintai alam dan naik gunung adalah hobynya…dari hobynya itu akhirnya saya mengenal dia,karena memang kita memiliki hoby yang sama,,bahkan saat mendaki ke puncak semeru medio juni kemarin,,monument sok hok gie,,tertata rapi diantara pasir dan bebatuan  di ketinggian 3.676 meter dari permukaan air laut.
sebatas itu yang saya tahu tentang dia, gak ada yang lebih,,bahkan tidak ada dedikasi tersendiri tentang dia,,selain pendaki pertama yang meninggal di puncak mahameru..
thats it….


Saat pertama kali membuka buku ini dan membaca pesan dan kesan dari orang –orang yang ada di sekitar sok hok gie saat itu,,,naluri saya langsung mengisyaratkan kalo dia bukan manusia biasa. dia gak sama,dia istimewa,dia berbeda dari kebanyakan mereka yang berdiri atas nama pemuda…semakin tertarik saya untuk mengetahui gie lebih mendalam….dari setiap halaman saya seperti dibawa memasuki sudut pandangnya si gie,,bahkan tanpa saya sadari,saya pun ikut tergerus dengan pola pikir dan pesona dari seorang  ‘kantong nasi’…
Jika akhirnya seseorang merasa menjadi tokoh utama dalam sebuah cerpen,novel,atau film yang sedang dia nikmati, itu artinya si pembuat cerita telah berhasil dengan karyanya..
dia berhasil..ya dia telah berhasil.
Hal yang sama, saya temukan dengan novel ini..emosi saya pun ikut terbawa arus dari alur hidup si sok hok gie..pemuda yang sangat tidak suka dengan tembakau apalagi asap rokok.
Bahkan bukan saja terbawa, tapi sedikit timbul ketakutan dalam diri saya ketika menatap buku ini dalam diam dan melihat sosok hitam putih dalam cover  berwarna merah dengan tatapan kosong kesamping kiri..
auranya itu mengena banget…
Entah disebut apa perasaan saya ini, tapi efek paranoid yang ditimbulkan cukup mengganggu hidup saya hampir seminggu ini. disatu sisi hok gie mengajarkan saya untuk berani,bernyali,jangan takut untuk berkata jujur, idealis, moralis,konseptual,penantang dan peka terhadap lingkungan. tapi disisi lain,saya rasa its not me…ini bukan saya, saya bukan tipe manusia pembangkang. saya tergolong orang yang live on rules. gak bisa berbuat nekad,kadang nyeleneh,,suka ketawa dan diketawain orang,mendesak apalagi mempengaruhi banyak orang untuk hidup dengan cara pikir saya….
Sekali lagi its not me..
Kedua hal ini bergantian mengganggu  jalan pikiran saya, terserah orang menganggapnya berlebihan,tapi seperti itulah efek dan ketakutan yang saya rasakan Saat melahap barisan kertas setebal 512 halaman ini..dan satu hal yang mungkin membuat saya akhirnya ketawa dan lucu sendiri saat membaca pengakuan dari sobat-sobat dan rekan dekatnya gie,,bahwa dia juga manusia biasa,pernah patah hati, pernah sakit hati,,pernah galau, bahagia oleh cinta, bertindak koplak bareng teman-temannya, pandai menghidupkan suasana dengan lucunya dan suka becanda yang menyerempet ke urusan bawah perut..hahahahahaaaa…..
curahan hati dari beberapa gadis yang sempat dekat dengannya adalah ulasan lain yang gak kalah kerennya, masalah perang dingin antara gie dan kakaknya arief budiman yang berawal dari monyet tua peliharaan si gie tapi lebih banyak di urus dan dirawat oleh arief, menjadikan saya lebih memahami seperti apa sosok hok gie sebagai manusia biasa..namun apapun bentuk alur kehidupannya,dia adalah motivator sekaligus pendengar dan orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap sahabat..sok hok gie sepertinya tak punya banyak waktu untuk dirinya sendiri,walau kadang dia lelah berbaik hati pada banyak orang..seperti yang dia ungkapkan dalam catatan hariannya ‘
Saya berpikir –pikir mengapa saya harus selalu menjadi orang baik,sometimes I just want to be myself,,,saya tak mau peduli dengan basa-basi,saya pikir sekali-kali orang juga harus mengerti perasaan saya..mengapa harus selalu saya?
TapI hok gie ta pernah berhenti menjadi Hok Gie(hal 182)..
Sok hok gie memang luar biasa(sekali lagi)..kutipan artikel-artikel dan puisi yang dikirim kepada beberapa surat kabar dan temannya pada masa itu dirasa cukup berani,,bahkan sangat berani,,setiap statement untuk tokoh serta instansi yang dia sebut,diutarakan dengan blak-blakan,,apa adanya,,keluhan-keluhan dari teman dan orang-orang dekat yang kuatir akan keselamatan atas keberanian yang ditunjukkan gie tak pernah dia gubris,,bukan berarti dia menutup mata,,dia tetap tampil frontal mengkritik pemerintah dibawah pimpinan bung karno,,bahkan aksi –aksi yang dia tunjukkan semakin menjadi-jadi,apalagi menghadapi ketidakadilan atau merasa diperlakukan tidak adil..
Nasehat dari wanita yang sangat dia hormatipun kadang tidak dia hiraukan..ibunya sering kali mengingatkan si gie untuk berhenti dengan semua, ini..
‘Gie buat apa sih kritik-kritik orang ,kamu Cuma cari musuh aja,,,
Hok gie cuman menjawab’ aah,mama enggak ngerti(hal 214)..
Sesingkat itu jawaban yang diberikan seorang anak ke ibunya demi perjuangan yang besar untuk Negara ini..dan untuk mengurangi kekuatiran dan demi keselamatan keluarganya ,hok gie pernah menyarankan  untuk jangan mengakui di sebagai anak atau jika suatu saat nanti dia tertangkap, ngaku saja kalo mereka bukan orang tuanya…
Pertanyaannya,,ada tidak orang tua yang sanggup melakukan itu?
Itulah sok hok gie,dia anak muda yang menantang kesewenang-wenangan,dia juga pecinta alam,dan dia orang yang tidak pernah letih untuk belajar,,tidak pernah berhenti untuk membaca,diskusi dan menulis…satu hal lagi yang saya rasakan dari buku ini dia adalah perenung(gak jauh beda dengan saya)..


salah satu kalimatnya yang takkan pernah saya lupakan adalah’
lebih baik diasingkan dari pada menyerah terhadap  kemunafikan….intinya jangan takut untuk dibenci orang lain untuk sebuah hal yang benar,,dan kita juga tidak selamanya disukai oleh semua orang..ingatkan saya…..
Dia aktivis yang tidak hanya trampil bergerak,tapi sering mengambil jarak,,memikirkan kembali apa yang sudah dia lakukan ,mengolah kembali pengalamannya.
dan saya rasa kenapa sampai dia begitu cinta dengan alam dan kegiatan naik gunung, Karena hanya dari alam saja kita temukan kedamaian yang sejati.dari alam kita belajar untuk mensyukuri hidup,belajar lebih dekat dengan sang pencipta….
Imajinasi saya kemudian melambung pada kehidupan jaman sekarang,,,,melihat keadaan negeri kita yang hampir terpuruk, meski terkenal sebagai Negara berkembang,,,kejahatan nasional yang terjadi semakin kompleks dan beragam,,dan keadilan itu seperti hanya dimiliki oleh mereka yang punya kekuasaan,harta dan tahta..
Gimana kalo sok hok gie hidup pada zaman ini,,di era demokrasi dan bukan orde lama atau orde baru,,,dimana kebebasan untuk bersuara adalah milik semua orang,,,tanpa batasan….tindakan apa yang akan dilakukan saat melihat kondisi bangsa seperti ini,,aksi dan reaksi,,seperti apa yang akan dia tunjukkan….
apakah dia tetap bersikap idealis atau apatis???
(pertanyaan yang tepat)..
mungkinkah dia akan bergabung dengan beberapa ormas yang menitik beratkan pada keadilan,,bergabung dengan komisi pemberantasan korupsi(kpk) atau membentuk organisasi baru dengan mahasiswa  dan pelajar adalah kadernya…???
atau diam tanpa tindakan???
Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai masa depan bangsa,,tidak jauh berbeda dengan aksi yang dilakukan oleh mereka di jaman dulu,,bahkan tindakan dari mereka yang sekarang terlihat lebih berani dan ekstrim,,tidak jarang area yang mereka gunakan setiap haripun tidak luput dari luapan kekecewaan mereka,,,,setiap tindakan selalu di warnai dengan aksi anarkis,,semua akan mencapai klimaks saat keadilan dan kejujuruan dirasa hanya didalam angan…
Bagaimana reaksi hok gie saat melihat ini semua,,apakah dia bangga dengan tindakan mereka atau sebaliknya???
apakah dia akan mendukung atau menjadi kubuh yang menentang keras tindakan fisik itu….
tapi apakah dia juga akan menutup mata saat kejahatan yang dilakukan di negeri ini semakin luar biasa…
Mereka yang mengaku sebagai pelaku kesejahteraan rakyat bagai duri dalam daging…menikam secara perlahan..dan menggorogoti Negara dengan cara yang elegan…..hal yang sangat dibenci oleh sok hok gie…..dulu dia hanya mengenal dua presiden saja..tapi setelah itu, dalam jangka waktu yang singkat telah terjadi pergantian presiden hingga empat kali,,terhitung dari bj habibie,,berpindah ke gus dur,kemudian megawati sukarno putri dan yang terakhir dan masih memimpin sampai saat ini susilo bambang yudhoyono pergantian pemimpin Negara itu datang silih berganti..otomatis dengan kebijakan pemerintahan yang berbeda pula..bagaimana dia menyikapi itu???
Semua hanya bisa menerka-nerka,,tanpa ada jawaban yang pasti.. dan yang memiliki raga telah berpulang pada penciptannya,sosok sok hok gie telah pergi diusianya yang masih muda(kenapa orang baik selalu pergi begitu cepat)..
lalu bagaimana dengan kita,,masih adakah yang yang berjiwa patriotis setara dengan beliau,,banyak yang mengelu-elukan tentang keadilan tapi tidak sedikit yang hanya di mulut saja,,adakah yang berani menembus barekade pertahanan dan langsung mendapat akses bicara empat mata dengan presiden kita..
Jawabannya belum ada…..
Dan saya coba memutar otak dan mencari-cari mereka yang dapat disandingkan dengan sok hok gie,,,


Di ujung keputus asaan itu saya menemukan sondang…sondang hutagalung nama lengkapnya…
Jika ada yang tidak tahu siapa itu sondang,,dia adalah seorang aktifis mahasiswa…seseorang yang nekad melakukan aksi bakar diri didepan istana Negara pada tanggal 7 desember 2011 dan sempat dirawat selama beberapa hari,namun karena luka bakar yang hampir 98 persen,,sondang pun meninggal dunia….banyak pihak yang menyesalkan tindakan yang dilakukan olehnya…kenapa harus dengan bakar diri,,kenapa bertindak konyol seperti itu,,kenapa tidak dengan tindakan yang lebih baik dari membakar diri dan membuat susah banyak orang terutama keluarga,saudara,,kerabat dan teman-temannya sesama aktifis…Tanya kenapa….dan selalu kenapa……
Pernahkah mereka berpikir seperti apa  kegelisahan hati seorang
sondang hutagalung….….perjuangan nya selama ini seperti tak ada hasilnya sama-sekali..pemuda berusia 22 tahun yang sangat peduli akan hak asasi manusia,,,selalu berusaha tampil total dalam setiap aksinya…..sebagai penggiat organisasi kemahasiswaan di universitas bung karno sosok sondang cukup dikenal dan dicintai oleh semua orang ,namun tidak semua orang mengerti  dengan keputusannya..beberapa teman aktifitis, sambil berurai air mata mengemukakan kekecewaan terhadap sahabat yang mereka sayangi,,,kenapa loe harus pergi dengan cara kayak gini, kalo ada masalah ceritain ke kita,,kita bisa sama-sama hadapinya, dan loe tahu selama ini kita berjuang bareng-bareng,neriakkin keadilan di negeri ini,,tapi sekarang apa…loe bahkan gak berkata apa-apa,, loe pergi dengan tiba-tiba..
kehilangan dan sedih sudah pasti,, dan semburat kekecewaan dari wajah-wajah para penggiat hak asasi manusia….
Ditengah kontroversi tentang pilihan yang di ambil oleh sondang dalam melakukan protes terhadap rezim…saya rasa ini adalah sebuah puncak dari keputusasaan dan kekecewaan yang  tidak bisa di bendung lagi…..
Setiap orang pernah mengalami kekecewaan dan putus asa,tapi kadar untuk menghandlenya itu berbeda,,,sama seperti sondang,,sok hok gie juga pernah sampai pada titik ini,,dari kutipan yang disampaikan oleh arief budiman kakaknya tentang curahan hati GIE,,,
Saya berpikir,apa gunanya semua yang saya lakukan?saya menulis, melakukan kritik. Makin lama,makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya..dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan..jadi, apa yang sebenarnya saya lakukan??saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas.tapi kalau keadaan tidak berubah,,apa gunanya kritik-kritik saya?
Apa ini bukan semacam onani konyol?
Kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian……
(hal 297)…
Dan untuk melepaskan semua kegelisahan dan tekanan akan ‘tindakan konyol’yang berefek pada kebencian pada diri sendiri..gunung adalah tempat yang tepat untuk menyepi..merasakan kedamaian dari Neraka bumi yang terlahir dari mereka yang tidak berhati…sok hok gie menemukan semua itu disana,,,di hutan di puncak gunung dialam bebas..
Dan sondang melampiaskannnya dengan cara yang lebih ekstrim,,ketika dia merasakan semua yang sudah dilakukan seperti tidak menghasilkan apa-apa..membentur tembok tinggi dan tetap gagu membisu..
Sondang menghentakkan public dengan keberaniannya mengorbankan nyawa.seorang sondang mahasiswa hukum,sebagai revolusioner ia merasakan kegundahan luar biasa.berbagai jalan telah ditempuh,termasuk kematian untuk perubahan,,sondang telah memilih perjuangannya untuk perubahan bangsa ini.tanpa melibatkan orang lain ,,bahkan menutupnya rapat-rapat tentang aksi bakar dirinya terhadap siapapun…


Dan kini keduanya telah pergi..anak –anak kebanggaan keluarga itu telah bertemu dengan sang pecipta dengan caranya masing-masing,,pejuang-pejuang muda yang hidup pada era yang berbeda itu telah menitipkan pesan kepada kita selaku generasi muda untuk tidak berhenti sampai disini..perjuangan itu harus dilanjutkan…negara ini milik kita,,dan hanya kita yang bisa merubahnya dan mengantarnya kepuncak kedamaian…
 Kedua tokoh itu telah mengajarkan tentang arti nasionalis yang sebenarnya,,
banyak tindakan yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan nilai-nilai pancasila  dalam hidup,,tanpa harus bertindak nekat seperti sondang,,kita berjuang bersama-sama…teriakkin keadilan itu sama-sama.. membawa Negara ini kearah yang lebih baik,,dengan semangat sumpah pemuda yang masih kita rasakan hari ini,,ayo sobat-sobatku,,tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan  tanah air ibu pertiwi kita..
merdeka…….
kalau kita hidup sekedar hidup,,babi hutan pun bisa hidup,,
kalau kita bekerja ,sekedar bekerja,kera juga bekerja…
(Buya Hamka)..

The end

Rookie arnold’s pamit….